Arsenal dan Takdir Tahunan Mereka.
Arsenal tampaknya harus rela untuk kembali menjalani rutinitas tahunan mereka : Finis di Zona Liga Champions. Jarak yang lebar dengan Chelsea dan kalah telak 1-5 dari Bayern Munchen di leg pertama seakan menegaskan hal tersebut. Praktis hanya tinggal ajang piala FA yang bisa menghadirkan gelar untuk mereka di akhir musim nanti. Banyak fans Arsenal yang kecewa dengan manajemen klub yang masih saja mempertahankan Arsene Wenger sebagai juru taktik mereka. Puasa gelar Premier League sejak 2004 disinyalir menjadi salah satu alasan kuat. Bagaimana tidak. Sebenarnya setiap musimnya Arsenal selalu menjadi salah satu tim yang diunggulkan sebagai kandidat juara Premier League. Namun, di setiap musim itu pula Arsenal hanya bisa melihat rival - rivalnya bergantian meraih trofi Premier League. Memang dalam kurun waktu tersebut mereka sempat meraih dua gelar FA Cup. Namun, hal itu tak serta merta menyurutkan kekecewaan fans seiring berlanjutnya puasa gelar Premier League selama 13 tahun.
Jika berbicara soal skuat, tak ada yang meragukan jika Arsenal menjadi salah satu tim dengan komposisi skuat terbaik di Inggris. Mesut Ozil, Granit Xhaka, ataupun Alexis Sanchez jadi beberapa nama berkualitas yang menghiasi skuat Meriam London tersebut. Lantas, apa yang salah dengan Arsenal ? Mungkin yang paling tepat adalah : Wenger. Ya, banyak yang beranggapan jika saat ini sudah saatnya Arsenal mencari pelatih baru yang lebih berkompeten lebig baik dari Wenger tentunya. Di delapan tahun pertamanya Wenger bisa dibilang meraih sukses bersama Arsenal. Tiga gelar Premier League dan tiga piala FA menjadi bukti sahih kejeneiusan Wenger kala itu. Di musim 2003-2004, Arsenal menjadi tim Inggris pertama yang menjadi juara Premier League tanpa terkalahkan dengan rincian 26 kemenangan dan 12 hasil imbang. Mereka pun mendapatkan julukan 'The Invincibles' atas pencapaian mereka tersebut. Bahkan, catatan kemenangan mereka masih berlanjut di musim berikutnya, sampai akhirnya rentetan tersebut terhenti di angka 49 setelah mereka takluk 1-2 di Emirates dari Everton. Setelahnya, memang Arsenal sempat mencapai final Liga Champions musim 2005-2006. Unggul lebih dulu lewat gol Sol Campbell, pada akhirnya mereka harus takluk setelah Barcelona membalikkan keadaan lewat gol Juliano Beletti dan Samuel Eto'o. Setelahnya, Arsenal seperti kesulitan untuk mencetak prestasi. Kesempatan untuk meraih gelar di ajang piala liga Inggris pun sirna setelah mereka takluk dari Chelsea dengan skor 1-2 pada edisi 2007 dan kalah dengan skor yang sama melawan Birmingham empat tahun setelahnya.
Banyak yang beranggapan jika adaptasi taktik Wenger sudah ketinggalan jaman. Sepakbola indah ala Wenger seperti sudah menjadi taktik hafalan bagi tim - tim rival. Takluk dari Chelsea, Manchester City dan teranyar Bayern Munich menjadi cerminan betapa buruknya adaptasi taktik Wenger. Seperti melawan Bayern Munich kemarin misalnya. Di babak pertama, Arsenal berhasil menahan gempuran yang dilancarkan oleh sang tua rumah. Skor 1-1 menghiasi papan skor saat inetrval half time setelah gol Arjen Robben di menit 10 dibalas lewat Alexis Sanchez di menit 30. Juga disepanjang babak pertama Arsenal berhasil mencatatkan 4 shot on target lewat counter attack. Namun, setelahnya mereka tak kuasa menahan gelontoran gol - gol yang bersarang ke gawang mereka. David Ospina harus rela memungut bola dari gawangnya sebanyak empat kali. Menurunnya performa Arsenal di babak kedua terlihat sejak mereka harus kehilangan Laurent Koscielny yang mengalami cedera dan digantikan oleh Gabriel Paulista. Sayangnya, performa Paulista tak sebagus Koscielny yang berdampak pada keseluruhan sistem bertahan Arsenal. Terjadi begitu banyak miskomunikasi dan seakan mereka mempersilahkan para pemain Munchen untuk masuk ke area kotak penalti mereka. Tiga gol dalam 10 menit mencerminkan apa yang terjadi pada lini pertahanan Arsenal, sebelum Thomas Muller mencetak gol penutup di laga itu. Dan sepertinya mereka harus melanjutkan tradisi tahunan lainnya : selalu kandas di babak 16 besar Liga Champions. Dan sepertinya tradisi tersebut akan berlanjut musim ini
Takluk 1-5 dari Bayern di leg pertama 16 besar Liga Champions dan selisih 10 angka dari Chelsea membuat Arsenal hanya bisa menggantungkan nasibnya di ajang piala FA. Itupun tidak mudah dikarenakan masih bertahannya tim - tim besar Premier League layaknya Chelsea, Manchester United ataupun Manchester City. Jika menilik laju mereka sejauh ini, ada baiknya mereka mempertimbangkan untuk mencari pengganti Arsene Wenger jika ingin berbicara banyak di musim depan. Ada banyak nama - nama besar di luar sana yang bisa dijadikan target untuk musim depan. Sebut saja Luis Enrique atau Mauricio Pochettino. Memang Enrique menyatakan jika dirinya masih menjadi pelatih Barca musim depan. Namun, menyusul kekalahan telak 4-0 dari PSG rabu lalu membuat beberapa media Spanyol mengabarkan jika ada beberapa pemain Barca yang ingin Enrique angkat kaki dari Camp Nou. Bahkan, Jorge Sampaoli disebut - sebut akan menjadi suksesor Enrique musim depan. Untuk Pochettino, memang agak sulit untuk Arsenal. Selain karena rivalitas Arsenal dengan Spurs, Pochettino juga kabarnya menjadi alternatif lain bagi Barcelona andai gagal mendatangkan Sampaoli nantinya.
Arsenal harus berubah jika ingin mengembalikan kejayaannya. Mencari pelatih baru menjadi opsi terbaik untuk mereka. Namun, jika mereka masih memilih mempertahankan Wenger, maka mereka harus siap menjalani takdir tahunan mereka : 'Sekedar Finis di Zona Liga Champions'.
Thanks for reading.......


0 komentar:
Post a Comment