Bukan Musim Yang Buruk Untuk MU
Banyak yang mempertanyakan kapasitas Mourinho usai perjalanan The Red Devils musim ini sangat fluktuatif. Memang mereka mampu mecatatkan rekor tak terkalahkan yang cukup panjang. Namun, patut diingat juga jika mereka lebih sering meraih hasil imbang didalamnya. Maka raihan finis keenam di Premier League membuat tak sedikit pihak yang meragukan Mou. Memilih fokus ke Europa League merupakan sebuah perjudian. Namun, perjudian tersebut berbuah manis untuk Wayne Rooney dkk.
Anak asuh Jose Mourinho berhasil keluar sebagai juara Europa League. Perjudian untuk fokus ke Europa League nampaknya merupakan keputusan yang tepat. The Red Devils pun akhirnya kembali menginjakkan kakinya di Liga Champions musim depan. Beruntungnya lagi, mereka lolos langsung ke fase grup tanpa harus menjalani playoff. Hal tersebut tak terlepas dari situasi dua finalis UCL musim ini. Madrid dan Juventus, dua tim yang akan bertanding di Cardiff pekan depan, sudah dipastikan lolos ke UCL sebagai juara liga. MU pun mendapat pelimpahan jatah karena Madrid dan Juve sudah menyandang predikat unggulan pertama di musim depan.
Meski meraih hasil yang kurang bagus di liga, secara keseluruhan MU sudah tampil bagus musim ini. Sempat dikritik karena beberapa pembelian pemain yang kurang tepat, termasuk Pogba yang dinilai overpriced, Setan Merah membuktiknannya dengan raihan tiga trofi juara. Community Shield menjadi yang pertama di awal musim ini setelah menundukkan Leicester. Piala Liga menyusul di bulan Februari. dimana kali ini Southampton yang jadi korbannya. Dan puncaknya, adalah titel Liga Europa usai menundukkan Ajax Amsterdam 2-0 di final.
Terlalu berlebihan tentunya jika menyebut musim ini adalah sebuah musim yang gagal untuk MU. MUngkin karena kebanyakan dari mereka hanya melihat dari sudut pandang Premier League-nya saja. Nyatanya, kini mereka menyadang predikat juara Europa League. Puasa gelar tim Inggris di kompetisi Eropa pun terhenti berkat MU. Sudah empat musim Inggris tak memiliki jawara di kompetisi antar klub eropa, dengan Chelsea yang terakhir kali melakukannya, juga di ajang 'Liga Malam Jum'at'. Raihan trofi - trofi tersebut seakan menjadi jawaban untuk membungkam para pengkritik yang tak henti - hentinya mengkritik permainan mereka sepanjang musim ini.
Musim depan, mereka harus lebih kuat lagi. Liga Champions tentu berbeda dengan Europa League. Dan pengalaman Mou akan sangat krusial disini. Membeli dua-tiga pemain untuk kedalaman skuat merupakan langkah yang bisa diambil. Sementara ini, mereka bisa merayakan keberhasilan mereka meraih titel Europa League. Tiga trofi dalam semusim, pantaskah untuk diberi label 'buruk' ?, dan jawaban untuk pertanyaan tersebut ada di kalimat pertama pertanyaan tersebut.

0 komentar:
Post a Comment