Donnaruma , Sang Penerus Estafet Buffon
Jala gawang Italia dalam dua dekade terakhir identik dengan sosok Gianluigi Buffon. Kepiawaiannya dalam menjaga gawang Italia tetap aman menjadikannya kiper nomor satu Italia hingga kini kendati usianya sudah menginjak 39 tahun. Jika nanti Buffon pensiun, tentunya akan banyak yang berangan, siapa yang nantinya akan menggantikan Gigi Buffon di bawah mistar jika nanti sang legenda pensiun ?. Dari sekian ratus kiper potensial di Italia, nama Gianluigi Donnarumma tentu menjadi nama teratas sebagai calon penerus Buffon. Di usianya yang masih sangat belia, Gigio , sapaan akrabnya , sudah menampilkan permainan yang ciamik bersama Rossoneri, AC Milan.
Donnarumma di promosikan ke tim senior Milan pada awal musim lalu di bawah kepelatihan Sinisa Mihajlovic. Debut kompetitif pertamanya terjadi pada 25 Oktober 2015 saat menjamu Sassuolo di San Siro. Di umur 16 tahun 242 hari, Donnarumma tercatat sebagai kiper termuda kedua yang tampil di Serie A. Hanya 13 hari lebih tua dari Giuseppe Sacchi, yang juga kiper Milan di medio 1930-an. Kegemilangan Donnarumma perlahan membuat posisi Diego Lopez tergusur. Di akhir musim, Lopez akhirnya angkat kaki dari San Siro.
Hanya butuh dua pertandingan baginya untuk mencatatkan clean sheet pertamanya yakni saat melawan Chievo. Setelah banyak keraguan dalam beberapa pertandingan awalnya bersama Rosoneri, perlahan penampilan demi penampilan ciamik yang ditunjukkanya hanyalah mendatangkan decak kagum. Banyak media Italia yang berkomentar jika Gigio akan menjadi kiper masa depan Italia suatu saat nanti. Di awal 2016, penampilan cemerlangnya mendapatkan 'hadiah' dari manajemen Milan berupa kontrak professional selama tiga tahun. Secara resmi, Donnarumma menjadi pesepakbola professional. Sejak Milan 'memperkenalkan' Donnarumma, tercatat banyak klub besar eropa yang ingin memburu tanda tangannya. Namun dengan tegas, manajemen Milan menyatakan jika Donnarumma tidak dijual. Mereka menambahkan jika sang youngster adalah aset jangka panjang mereka.
Di musim ini, performanya makin menjadi. Keberhasilannya menahan penalti Andrea Belotti saat extra time di pertandingan pembuka meengantarkan Milan membuka musim dengan kemenangan. Trofi pertamanya untuk Milan hadir saat laga melawan Juventus di ajang Italian Super Cup. Setelah skor 1-1 hingga 120 menit, penyelamatannya terhadap penalty Paulo Dybala di babak adu penalty mengantarkan timnya ke tangga juara. Trofi pertama pun ia persembahkan untuk Rossoneri. Kecermelangan Gigio di klub membuat panggilan timnas seakan menjadi hal yang pasti terjadi. Debutnya bersama timnas diakhiri dengan kemenangan 4-1 atas Irlandia dalam seragam timnas U-21. Namun, penampilannya yang ciamik bersama klub tak membuat Antonio Conte mambawanya ke Euro 2016. Sangat disayangkan tentunya.
Setelah kontrak Conte habis dan Italia tersingkir di perempat final Euro, datanglah sosok Gianpiero Ventura yang ditunjuk FIGC sebagai pengganti Conte. Sejak menangani Italia, Ventura tercatat sering memanggil para pemain muda ke timnas senior Italia. Dan nama Donnarumma akhirnya di panggil ke skuad untuk laga persahabatan melawan Prancis dan Kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Israel pada September lalu. Tercatat, Donnarumma adalah pemain termuda yang masuk ke skuad senior Italia. Saat yang dinanti pun datang. Donnarumma masuk menggantikan Buffon di babak kedua pada laga versus Prancis. Sayangnya di akhir laga, Italia harus takluk 1-3 di hadapan publik sendiri. Dan di jeda Internasinal pekan lalu, Donnarumma menjalani debutnya sebagai starter dalam kemenangan timnya atas Belanda 2-1.
Jika dilihat dari gaya bermainnya, pemain yang satu ini memiliki style yang sama dengan Buffon. Refleks dan daya jangkauan nya pun nyaris sama. Posturnya yang menjulang tinggi membuat siapa saja yang berhadapan dengannya akan kesulitan mencari ruang tembak. Nama besar seperti Buffon dan juga Dida mengatakan jika pemain yang satu ini akan menjadi kiper yang hebat suatu hari nanti. Bahkan bukan tak mungkin jika nantinya dirinya bisa menjadi kiper kelas dunia seperti sang idolanya, yang tak lain adalah Buffon sendiri.
****
Jika Buffon masih konsisten bersama klubnya Juventus, akan sangat sulit menggeser posisinya sebagai kiper nomor satu Italia. Namun, cepat atau lambat Buffon akan mengakhiri karirnya bersama timnas mengingat usianya sudah menjelang kepala empat. Dan nama Gianluigi Donnarumma adalah nama terbaik untuk menggantikan seorang Buffon. Usianya masih sangat belia dan sudah menunjukan prospek cerah semenjak debutnya di Milan. Masa depan gemilang menanti kiper yang satu ini. Piala Dunia 2018 mungkin belum saatnya bagi Donnarumma. Namun piala Eropa 2020 atau Piala Dunia 2022 bisa jadi ajang dimana Donnarumma menunjukkan kelasnya sebagai kiper kelas dunia. Untuk saat ini, ada baiknya ia banyak belajar dari idolanya, yakni Buffon. Beruntunglah Italia memiliki kiper muda nan bertalenta dalam diri Gianluigi Donnarumma.


0 komentar:
Post a Comment