Apakah Rossi Terlalu Tua ?
Masih teringat tentunya bagaimana gemilangnya penampilan Valentino Rossi di Qatar pekan lalu. Memulai lomba dari grid ke 10, sang living legend berhasil menuntaskan race di posisi tiga. Vale pun membuka musim baru dengan raihan podium. Hasil yang diakui oleh Rossi sendiri tak pernah ia duga sebelumnya. Race Qatar juga menjadi sebuah peningkatan signifikan mengingat Rossi terlihat sangat kesulitan sepanjang tes pramusim.
Usia 38 tahun bukanlah usia bagi seseorang untuk tetap berkiprah di level tertinggi. Apalagi berlaga di ajang olahraga yang sangat menuntut fisik seperti MotoGP. Namun sebuah fenomena tersendiri jika Valentino Rossi yang hampir berusia 40 tahun masih sanggup kompetitif di MotoGP. Soal kecepatan Vale tak terlalu tertinggal dari para pembalap muda. Namanya pun kembali menjadi kandidat kuat peraih gelar musim ini kendati tak begitu diunggulkan. Maverick Vinales dan Marq Marquez nampaknya akan menjadi dua nama teratas. Terlepas dari masalah akselerasi yang masih dialami oleh Honda.
Tapi, bukan Vale namanya kalau tak mampu menghibur para pencinta MotoGP. Penampilan gemilangnya di GP Spanyol dan Catalunya menjadi kisah tersendiri musim lalu. Banyak orang yang meskipun bukan fans, namun ikut senang jika Vale meraih kemenangan. Kehadirannya menjadi magnet bagi ajang olahraga tertinggi balap motor dunia tersebut. Rossi sudah amat dekat dengan gelar pada 2015 lalu, namun harus kalah dari rekan setimnya Jorge Lorenzo. Di musim lalu, Rossi harus dihadapkan dengan konsistensi luar biasa yang ditunjukkan oleh Marq Marquez. Gagalnya Rossi menyentuh garis finis pada GP Jepang memuluskan langkah Marquez ke tangga juara.
Di musim ini, seiring usia yang bertambah, banyak yang meragukan jika Valentino Rossi masih memiliki kans untuk meraih gelarnya yang ke 10. Dan pendapat tersebut setidaknya tergambar dari betapa flopnya The Doctor di tes pramusim. Di sisi lai, rekan setimnya yang baru, Maverick Vinales justru tampil dominan. Seluruh tes pramusim rampung dengan memuncukan Vinales sebagai yang terbaik. Vinales yang 16 tahun lebih muda pun lebih banyak dapat sanjungan ketimbang Vale. Dan menjelang seri pembuka di Qatar, masalah The Doctor belum juga teratasi.
Problem ban dan seringnya bagian belakang mengalami sliding. Dua hal itulah yang diungkapkan Rossi kepada media setelah sesi free practice. Hujan yang turun di hari Sabtu membuat sesi kualifikasi harus dibatalkan. Alhasil Rossi pun harus puas memulai race dari grid ke 10, didasarkan pada kombinasi catatn waktu selama free practice. Namun segalanya berubah saat race berlangsung. Selepas start, Rossi mampu menyodok ke posisi tujuh. Keberhasilannya mengovertake Pedrosa plus crash yang dialami Zarco dan Iannone membawanya naik ke posisi empat. Marquez, rivalnya dalam dua musim terakhir dilibasnya di tikungan terakhir pada lap 15.
Sayangnya setelah itu, The Doctor hanya bisa menjadi 'spectator' dalam duel antara Vinales dan Dovizioso. Ban yang mulai tergerus menjadi faktor utama melambatnya Rossi di akhir lomba. Alhasil, ia pun berhasil finis ketiga di race pembuka musim ini. Setelah race, Vale berkelakar jika Vinales terlalu cepat dan sangat sulit berduel dengannya di race tersebut. Namun, ia bisa tersenyum lebar. Di sepanjang race, ia tak pernah benar - benar tertinggal dari rekan setim barunya teersebut. Sangat berbeda dari tes pramusim dimana Rossi amat tertinggal jauh.
Dan seperti yang sudah - sudah jika Valentino Rossi amatlah berbeda saat race sesungguhnya. Adaptasinya yang cepat terhadap situasi dan kondisi lintasan saat race mungkin masih yang terbaik di MotoGP. Memang saat ini ia masih tertinggal dari Vinales. Tapi Rossi adalah rider yang cepat beradaptasi. Cepat atau lambat, The Doctor akan memiliki ritme yang sejajar dengan rekan setimnya tersebut. Masih ada 17 race tersisa. Masih ada banyak ruang bagi Rossi untuk memangkas ketertinggalannya.
Terlepas dari faktor usia, nyatanya hingga kini pun seorang Valentino Rossi masihlah sangat kompetitif. Duel - duelnya dengan para pembalap yang lebih muda menjadi hiburan tersendiri. Jika ada nama yang harus ia kalahkan, maka sekali lagi, Maverick Vinales dan Marq Marquez adalah dua rider tersebut. Banyak atlet yang masih kompetitif di usia tuanya. Sebut saja Zlatan Ibrahimovic di sepakbola atau Roger Federer di ajang tenis. Keduanya masih bisa berprestasi di fase akhir karir mereka sebagai seorang atlet. Keduanya adalah bukti jika usia hanyalah angka. Dan Valentino Rossi adalah contoh lain dari kata - kata tersebut.

0 komentar:
Post a Comment