Skema Tiga Bek , Tuah Antonio Conte
Chelsea sedang menikmati masa 'bulan madu' di bawah kepemimpinan Antonio Conte. Puncak klasemen Premier League dengan jarak 10 poin dari rival terdekat Tottenham Hotspur plus sudah menginjakkan kaki di semifinal jadi pencapaian mereka sejauh ini. Sempat terseok di awal musim, mereka kini menjadi tim yang paling ditakuti di Premier League. Dua kekalahan di enam pekan pertama atas Liverpool dan Arsenal seakan jadi tamparan untuk Conte jika perubahan harus segera dilakukannya jika tak ingin terdepak lebih awal. Perubahan formasi dari 4-1-4-1 ke 3-4-3 membawa perubahan yang sangat signifikan terutama dalam sistem serangan Chelsea. Jika pada skema biasa semacam 4-2-3-1 atau 4-1-4-1 si 'winger' akan sibuk naik turun untuk membantu pertahanan, di skema 3-4-3, kedua sayap diberikan kebebasan untuk melakukan penetrasi ke lini pertahanan lawan. Mereka tak perlu repot - repot turun ke belakang untuk membantu pertahanan karena ada 'wing back' yang bertugas membendung serangan lawan di sisi sayap. Di kubu Chelsea saat ini, Hazard adalah pemain yang paling menonjol dengan skema tersebut. Dia diberikan peran 'free role' untuk berlari ke area lapangan manapun. Kombinasinya dengan Marcos Alonso di sisi kiri menjadi momok untuk pertahanan lawan. Begitu juga dengan sisi kanan yang dihuni oleh Pedro ( terkadang Willian ). Adanya 'wing back' bertenaga dalam diri Victor Moses mempermudah kinerjanya dalam berkolaborasi dengan Hazard dan Diego Costa di lini depan.
Skema ini bisa dibilang adalah skema terbaik yang bisa di aplikasikan Conte untuk Chelsea. Para pemain yang tidak cocok dengan skema ini pun akhirnya angkat kaki, seperti Oscar yang selama 4 tahun terakhir menjadi andalan di lini tengah Chelsea. Mulai klopnya duo Kante dan Matic plus minimnya peran Oscar dalam bertahan membuatnya tak dapat banyak kesempatan bermain. Satu lagi pemain yang sempat diisukan akan hengkang adalah Cesc Fabregas. Namun, mulai membaiknya penampilan Fabregas membuat Conte nampaknya akan berfikir dua kali sebelum melepas pemain lulusan akademi La Masia tersebut. Kemampuannya dalam hal passing dan mengatur ritme permainan masih sangat dibutuhkan oleh Chelsea saat ini. Namun, skema ini bukannya tanpa kelemahan. Saat mereka takluk dari Tottenham Hotspur Januari lalu, mereka terlihat tak bisa mengembangkan permainan karena begitu gencarnya tekanan yang dilancarkan para gelandang Spurs terhadap duet Kante dan Matic di lini tengah Chelsea. Tak berkembangnya lini tengah turut mempengaruhi lini serang Chelsea yang kekurangan suplai bola. Alhasil, Chelsea pun takluk 2-0. Bisa dibilang, baru Spurs yang bisa mengimbangi skema Conte tersebut ( Spurs memakai formasi yang sama yakni 3-4-3 ). Tim - tim lain seperti Liverpool dan Manchester City belum bisa menemukan formula yang tepat untuk menghadapi skema ini ( terutama Manchester United ).
Tak ada yang mengira jika skema tersebut adalah kunci dari keberhasilan Chelsea duduk di puncak klasemen sejauh ini. Tak ada yang mengira juga jika Victor Moses menjadi andalan musim ini, begitu juga dengan Pedro yang musim lalu meredup. Cocoknya Azpilicueta sebagai centre back dan pembelian krusial Marcos Alonso di deadline transfer jadi hal yang mengejutkan lainnya. Skema tersebut jugalah yang mengembalikan Diego Costa ke form yang seharusnya. Conte juga menyatakan jika skema tersebut adalah plan 'D' dan bukan menjadi skema prioritas Chelsea musim ini. Skema tiga bek tersebut bukanlah skema yang mudah untuk diaplikasikan. Pasalnya, mereka membutuhkan para pemain yang bertenaga di kedua sayap dan harus bisa melakukan transisi menyerang ke bertahan atau sebaliknya dengan tempo cepat. Itulah mengapa Victor Moses dan Marcos Alonso menjadi pemain yang tak tergantikan sebagai 'wing back' Chelsea musim ini. Dalam hal bertahan keduanya akan mundur sejajar dengan tiga center back dengan membentuk lima bek sejajar. Sedangkan Hazard dan Pedro akan berdiri sejajar dengan Kante dan Matic, menyisakan Costa di lini depan untuk melancarkan counter attack jika bola berhasil direbut. Transisi dari 3-4-3 ke 5-4-1 menjadi tembok kokoh Chelsea dalam membendung serangan lawan. Tak heran jika semenjak Conte menggunakan skema tiga bek, banyak manajer di Liga Inggris yang mulai mencoba skema ini seperti Pochettino, Guardiola bahkan Mourinho. Hal ini menunjukkan jika skema tiga bek punya banyak kelebihan.
Tapi, apakah skema tersebut akan tetap berlanjut musim depan ? bisa jadi TIDAK. Sejak menang tipis atas Wes Brom Desember lalu, Conte tercatat selalu mengganti salah satu wingernya ketika dalam posisi unggul. Seringkali Pedro/Hazard digantikan di babak kedua oleh seorang gelandang tengah seperti Fabregas/Matic. Dengan begitu, Chelsea akan beralih ke bentuk 3-5-2. Banyak orang yang berfikir jika skema tersebut adalah bertujuan untuk bertahan demi mengamankan hasil. Jawabannya adalah TIDAK. Skema tersebut lebh bertujuan untuk mengontrol lini tengah di saat Chelsea sedang dalam posisi unggul. Dengan begitu, para pemain lawan akan lebih sering untuk mengejar bola menjelang akhir laga. Taktik sempurna untuk mengacaukan permainan lawan di sepertiga akhir laga. Selain itu, karena Chelsea sudah mendapatkan kontrol lini tengah, mereka tak perlu lagi ngotot mengejar gol karena jika lawan lengah, gol akan datang dengan sendirinya, Mereka pun bisa menghemat stamina untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Jika pola tersebut berlanjut hingga akhir musim, bukan tak mungkin jika skema 3-5-2 akan menjadi pakem Chelsea musim depan.
Nah, musim depan menjadi tantangan yang sesungguhnya untuk Conte karena mereka akan kembali ke kompetisi Eropa setalah absen pada musim ini. Padatnya jadwal dan pentingnya menjaga kebugaran pemain menjadi hal yang krusial. Mendatangkan beberapa pemain baru di bursa transfer musim panas nanti adalah pilihan terbaik untuk Conte. Jika tak menemui hambatan berarti, trofi Premier League hanya tinggal menunggu waktu. Absennya mereka di kompetisi eropa plus tak ada pemain andalan yang harus menepi akan mempermulus jalan Chelsea. Selama ini, Conte memang terkenal sebagai pelatih yang sangat mahir menggunakan skema tiga bek. Hadirnya Conte di Inggris juga memberikan warna baru dalam dinamika taktik tim - tim Premier League. Menarik untuk ditunggu kiprah Chelsea di musim depan dengan skema tiga bek yang sejauh ini sudah mengantarkan mereka ke puncak klasemen Liga Inggris dan masih berpeluang meraih gelar di ajang FA Cup. Sederhananya, Conte sudah satu langkah di depan manajer yang lain di Premier League. Conte hanya tinggal menyempurnakan skemanya untuk musim depan. Akankah ada tim yang mampu menemukan antitaktik dari skema tersebut? Menarik untuk ditunggu tentunya.
Thanks for reading.

0 komentar:
Post a Comment