All Article You Need About Football , MotoGP And Formula One.

Menanti Kejutan Lain Di Perempat Final


Babak perempat final sudah di depan mata. Hasil undian memunculkan dua partai bertajuk 'Big Match'. Juventus akan kembali berhadapan dengan Barcelona setelah kalah mengecewakan di final Berlin 2015. Sementara itu, Zinedine Zidane akan bertemu sang senior yakni Carlo Ancelotti saat Bayern bersua Real Madrid. Dua partai tersisa adalah Dortmund vs AS Monaco dan Atletico vs Leicester. Leg pertama akan dihelat pada 11 dan 12 April. Sementara leg kedua akan digelar sepekan setelahnya. Lantas, bagaimana peta kekuatan di babak perempat final nanti?. Berikut ulasannya.

Atletico vs Leicester : Dua Tim Defensif Saling Bentrok

Atletico Madrid akan menghadapi tim sensasional Liga Champions musim ini yakni Leicester City. Kedua tim dikenal menerapkan gaya permainan defensif dan gencar melakukan counter attack. Skema yang mereka pakai pun sama, yakni 4-4-2. Atletico jelas lebih diunggulkan mengingat pengalaman mereka di ajang ini plus menjadi finalis musim lalu. Sementara itu, Leicester seakan masih enggan untuk bangun dari mimpi indah mereka. Terseok - seok di liga, mereka mencatatkan pencapaian sensasional dengan menembus babak perempat final di musim debut mereka di kompetisi eropa. Sabagai tambahan, mereka adalah satu - satunya wakil Inggris yang tersisa di ajang Liga Champions setelah Arsenal dan Manchester City tumbang di babak 16 besar. Spurs justru lebih parah karena tak lolos fase grup. Artinya, harapan rakyat Inggris untuk kembali melihat tim Inggris mengangkat trofi eropa ada di pundak mereka walaupun akan sangat berat mengingat lawan mereka jauh lebih berpengalaman plus kualitas susunan pemain yang tidak setara. Klub terakhir Inggris yang mengangkat trofi kompetisi eropa adalah Chelsea pada musim 2012/2013 saat menjuarai Europa League. Chelsea jugalah yang menjadi tim Inggris terakhir yang mengangkat trofi si kuping besar pada 2012 alias lima tahun lalu. Atletico sendiri masih dihantui rasa penasaran setelah gagal di dua final UCL dalam tiga musim terakhir. Lawan yang mengalahkan mereka pun sama, yakni sang rival sekota yakni Real Madrid. Kesempatan terbaik mereka bisa jadi adalah musim ini. Isu kepindahan Simeone dan sang striker andalan Antoinne Griezmann bisa jadi hanya sebatas isu jika mereka nantinya berhasil menjuarai Liga Champions. Apalagi, mereka 'hanya' akan bertemu Leicester, tim kurcaci yang secara sensasional menembus babak delapan besar. Namun mereka patut waspada mengingat The Foxes kembali ke performa terbaiknya dan menyingkirkan tim Spanyol lainnya yakni Sevilla di babak 16 besar. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang ? Delegasi Madrid atau Leicester yang siap menampilkan kejutan lainnya ?. Kita tunggu saja nanti.

Dortmund vs Monaco : Duel Dua Tim Ofensif

Borussia Dortmund mendapatkan undian melawan wakil Prancis AS Monaco. Hasil undian yang cukup menantang tentunya mengingat mereka adalah pemuncak klasemen sementara di Ligue 1 dan berhasil mendepak Manchester City di babak 16 besar. Dortmund tentunya ingin mengulang sukses mereka saat menjuarai Liga Champions pada 1997 setelah mengalahkan Juventus 3-1 di final. Andalan mereka tentu saja ada di sektor penyerangan dimana mereka adalah tim tersubur di Bundesliga sejauh ini. Sang striker Pierre Emerick Aubameyang telah kembali menemukan bentuk terbaiknya setelah sempat flop sepulang mentas di Piala Afrika. Donasi 28 gol dari 34 pertandingan jadi kontribusinya sejauh ini. Namun lawan mereka pun tak kalah menterang. Monaco sejauh ini tercatat sebagai salah satu tim tersubur di Eropa, hanya kalah dari FC Barcelona. Jika berbicara kompetisi domestik, merekalah tim tersubur diantara lima liga top eropa. Kembainya performa Radamel Falcao plus produktifnya pemain lain seperti Kylian Mbappe Lottin dan Valere Germain menjadi faktor utama betapa suburnya Monaco musim ini. Bisa dibilang kedua tim pun mengandalkan skema yang hampir sama yakni kecepatan sebagai kunci. Musim ini bisa jadi adalah kesempatan terbaik bagi Monaco setelah berhasil menembus final pada 2004 silam. Karena bisa jadi para pemain bintang mereka hengkang dikarenakan sering dikaitkan dengan klub - klub besar eropa, khususnya sang youngster Kylian Mbappe Lottin yang menjadi sensasi tersendiri musim ini terkait performanya yang ciamik. Trofi Liga Champions tentu jadi pencapaian istimewa untuk sang pelatih Leonardo Jardim. Peluang double winner terbuka lebar mengingat mereka saat ini memuncaki Ligue 1, unggul tiga angka atas PSG. Motivasi tambahan tentunya untuk mereka mengingat mereka adalah satu - satunya wakil Prancis yang tersisa. Menarik untuk ditunggu tentunya mengingat kedua tim punya rekam jejak bagus di Liga Champions.

Bayern vs Madrid : Nostalgia Antar Pelatih

Carlo Ancelotti akan bertemu mantan tim yang pernah diasuhnya yakni Real Madrid. Don Carlo akan kembali menjejakan kaki di Santiago Bernabeu, namun berada di sisi yang bersebrangan. Lawan Ancelotti nantinya adalah mantan asistennya di Real Madrid yakni Zinedine Zidane. Keduanya berkolaborasi selama dua musim sebelum Don Carlo didepak dari kursi kepelatihan pada 2015 karena gagal mempersembahakan trofi untuk El Real. Bersama Don Carlo lah Real Madrid berhasil mendapatkan gelar La Decima yang sudah diidamkan selama 12 musim. Namun, perjalanan Ancelotti tak berlangsung lama. Kini ia merajut kisah baru bersama Bayern Munich di tanah Jerman. Asa treble winner masih tetap terjaga. Memucaki klasemen dengan jarak 10 poin plus sudah menginjakkan kaki di semifinal DFB Pokal menjadi pencapaian mereka di ajang domestik. nah, di ajang eropa inilah tantangan yang sesungguhnya akan mereka hadapi saat hasil undian mempertemukan mereka dengan sang juara bertahan, Real Madrid. Dan yang menangani Madrid saat ini adalah Zinedine Zidane yang tak lain adalah asisten Ancelotti semasa dirinya menukangi Real Madrid. Aroma nostalgia akan terasa di pertandingan nanti.


Zidane sendiri datang ke Real Madrid menggantikan Rafa Benitez pada pertangahan musim lalu. Hasilnya? Trofi Liga Champions, UEFA Super Cup, dan FIFA Cub World Club menjadi pencapaian Zidane sejauh ini. La Liga masih mereka kuasai dengan keunggulan dua poin atas Barcelona dan juga masih menyimpan satu laga simpanan melawan Celta Vigo. Baik Zidane maupun Ancelotti tentu sudah saling mengenal satu sama lain. Zidane juga telah membuktikan jika dirinya tak kalah apik ketimbang Don Carlo, pelatih yang mempersembahkan La Decima untuk El Real. Lantas, siapakah pemenang dalam duel guru vs murid ini ?. Kita lihat saja hasilnya satu bulan dari sekarang

Juventus vs Barcelona : Nuansa Revans Untuk Juve

Juventus akan menghadapi salah satu favorit juara yakni Barcelona di babak perempat final Liga Champions. Sudah sepatutnya mereka waspada mengingat Barcelona berhasil lolos dengan dramatis setelah menang telak 6-1 atas PSG di leg kedua setelah tertinggal 4-0 di leg pertama. Motivasi lebih tentunya bagi Juve untuk membalaskan final dua musim lalu, saat mereka harus takluk dari raksasa Katalan tersebut dengan skor 3-1. Juventus yang sekarang adalah Juventus yang berbeda dengan dua musim lalu. Ada nama - nama baru di skuat Juve sekarang seperti Paulo Dybala, Dani Alves dan Gonzalo Higuain. Harapan tinggi tentunya diusung oleh Juventus mengingat terakhir kali mereka mengangkat trofi 'Big Ears' adalah dimusim 1995/1996 alias dua dekade lebih. Mereka sudah begitu digdaya di ajang domestik dalam enam tahun terakhir dan gelar Liga Champions akan menjadi penegas status mereka sebagai salah satu klub besar eropa. Sementara itu, Barcelona akan mencoba untuk bertakhta lagi di Eropa setelah musim lalu hanya bisa menembus babak perempat final. Kelolosan mereka secara dramatis seakan menjadi sinyal jika mereka begitu berbahaya jika dalam posisi terjepit. Comeback gemilang mereka akan selamanya dikenang dalam sejarah Liga Champions terlepas beberapa keputusan kontroversial yang dibuat oleh sang pengadil Denis Ayztekin. Lawan mereka di babak perempat final adalah sang penguasa Serie A, Juventus. Pertemuan terakhir mereka melawan Juve berakhir dengan trofi juara setelah Barca berhasil menundukkan Juve 1-3 di final Berlin 2015.


Namun mereka patut waspada karena Juve tentunya akan sebisa mungkin membalas kekalahan menyakitkan tersebut. Trofi Liga Champions bisa jadi kado terbaik untuk sang pelatih Luis Enrique yang memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya dan akan hengkang akhir musim nanti. Keduanya punya peluang yang sama besarnya di pertandingan nanti. Tinggal taktik siapa yang lebih unggul, entah itu Enrique atau Allegri.

Sudah banyak kejutan yang kita saksikan di babak 16 besar lalu. Lolosnya Barcelona dari lubang jarum hingga Leicester yang secara mengejutkan mencapai babak perempat final adalah beberapa diantaranya. Semoga saja masih ada banyak kejutan yang akan hadir di ajang ini semisal lolosnya Leicester ke semifinal ( walaupun berat ). Selamat menikmati panggung terbaik di Eropa dan semoga saja tim jagoan anda keluar sebagai juara di akhir kompetisi.

Thanks for reading.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment