Musim Terburuk Ronaldo
Cristiano kini tengah banjir kritik. Di laga teranyar melawan Bilbao, dirinya kembali gagal mencatatkan namanya di papan skor kendati menyumbang dua assist untuk gol Karim Benzema. Hal ini seakan menegaskan jika dirinya tengah mengalami musim terburuknya di Real Madrid sejak 2009. Selalu mencetak minimal 50 gol dalam enam musim terakhir, nampaknya catatan tersebut tak akan berlanjut di musim ini karena sejauh ini Ronaldo 'baru' mencetak 25 gol untuk Real Madrid. Sebuah penurunan yang drastis tentunya untuk pemain sekaliber Ronaldo. Apalagi, dirinya adalah tumpuan Real Madrid dalam menjebol gawang lawan. Lantas, apa yang menyebabkan sang megabintang mengalami penurunan performa ?. Berikut ulasannya.
Cedera Lutut Di Final Euro 2016
Cristiano Ronaldo berhasil mencetak sejarah untuk Portugal dengan keberhasilan timnya menjadi juara Euro 2016 setelah mengalahkan sang tuan rumah Prancis dengan skor 1-0 lewat extra time. Terus menunjukkan kontribusi hingga babak semifinal, nasib berbeda dialami Ronaldo di babak final. Dia bermain tak lebih dari 20 menit setelah menerima terjangan dari Dimitri Payet. Setelah diberikan tiga kali perawatan, sang bintang tak kuasa untuk menahan sakit yang mendera lututnya. Alhasil, dia pun ditarik keluar dan digantikan oleh Ricardo Quaresma. Namun, siapa sangka jika Portugal yang akhirnya keluar sebagai juara lewat gol tunggal Eder di babak extra time. Ronaldo dan timnas Portugal berhasil mencetak sejarah baru dengan menjuarai Euro untuk pertama kalinya. Tapi, harga yang harus mereka bayar juga sepadan yakni Ronaldo yang mengalami cedera setelah kompetisi usai.
Sepulangnya ke Real Madrid usai menjuarai Euro, perkembangan cedera Ronaldo menjadi fokus utama yang terus dipantau perkembangannya oleh para fisioterapis El Real. Bagaimana tidak, dalam beberapa musim terakhir Ronaldo selalu mencetak minimal 50 gol di akhir musim. Kekhawatiran tentunya untuk kubu El Real. Keraguan pun muncul, apakah Ronaldo bisa tampil di pekan pembuka La Liga melawan Real Sociedad. Namun keraguan itu ditepis oleh sang Entrenador Zinedine Zidane saat dia memasukkan sang megabintang di babak kedua.Ronaldo mengakhiri pertandingan dengan donasi satu gol. Meski begitu, banyak pihak yang meyakini jika cedera lutut yang dialami Ronaldo di final Euro akan mengganggu performanya di sepanjang musim ini. Hal yang mungkin menjadi kenyataan jika menilik performa Ronaldo yang begitu flop pada musim ini.
Di ajang La Liga, CR7 baru mencetak 18 gol. Angka yang terhitung rendah untuk Ronaldo mengingat dalam enam musim terakhir, dirinya minimal selalu mencetak 30 gol lebih. Alhasil, dirinya hanya berada di posisi tiga daftar El Pichichi, tertinggal dari duo Barca yakni Leo Messi dan Luis Suarez. Di ajang Liga Champions justru lebih buruk. Sejauh ini, dirinya baru mencetak dua gol, berbanding terbalik dengan musim lalu dimana CR7 keluar sebagai top skor kompetisi dengan 16 gol. Lagi - lagi, Leo Messi lah yang mengangkangi Ronaldo dengan raihan 11 gol. Tak berdayanya Ronaldo juga berimbas pada terdepanya Real Madrid di perempat final Copa Del Rey musim ini. Satu - satunya ajang dimana Ronaldo bersinar adalah Piala Dunia Antar klub. Catatan Hattricknya di partai final mengantarkan Real Madrid ke tangga juara. Gelar pemain terbaik kompetisi menjadi bonus lain untuknya.
Bagaimanapun juga, cedera lutut yang diterimanya di final Euro menjadi problem utama yang membuat seretnya catatan gol Ronaldo musim ini. Alhasil, Zidane pun lebih berhati - hati dalam memainkan sang mega bintang. Dalam beberapa kesempatan, Ronaldo ditarik keluar di tengah laga. Bahkan, ada beberapa pertandingan dimana Ronaldo sama sekali tak diturunkan oleh sang pelatih. Semua tentu saja agar sang mega bintang segera terlepas dari masalah lutut yang menderanya.
Faktor Usia
Di bulan Februari lalu Ronaldo genap berusia 32 tahun. Bisa dibilang jika masa keemasan karir Ronado sebagai pesepakbola sudah mendekati akhir. Hal itu bisa terlihat dari bagaimana gaya bermain Ronaldo dalam dua musim belakangan. Jika dulu dirinya terlihat sering bermain melebar lalu bergerak ke kotak penalti, maka dalam dua musim terakhir kita lebih sering melihat Ronaldo yang begitu sering beroperasi di area kotak penalti. Rataan dribble Ronaldo juga terus menurun dari musim ke musim. Bertambahnya usia bisa jadi faktor utama di balik gaya bermain Ronaldo belakangan ini. Ronaldo seringkali kehilangan bola dan juga terlihat kalah gesit jika melawan para bekyang berusia lebih muda. Alhasil, dari tadinya seorang winger kita lebih sering melihat Ronaldo bermain sebagai striker.
Rataan golnya pun menurun. Ditambah melejitnya nama - nama seperti Lucas Vazquez, Alvaro Morata, Marco Asensio dan juga Mariano, bisa jadi jika dalam beberapa musim ke depan, Ronaldo akan kehilangan posisinya di starting line up Real Madrid. Dalam beberapa pertandingan terakhir, justru nama Sergio Ramos yang muncul sebagai pembeda. Padahal sebagai tumpuan El Real di lini depan, harusnya Ronaldo lah yang lebh sering muncul sebagai pembeda di setiap pertandingan. Walaupun menunjukkan tingkat kebugaran yang sangat baik, faktor usia bisa jadi penghalang bagi sang top skorer sepanjang masa Los Blancos tersebut untuk bermain di level tertinggi dalam beberapa musim kedepan.
Meski di ganggu oleh banyak problematika, toh tetap saja Ronaldo adalah pemain yang teramat penting untuk El Real. Rataan golnya yang sangat bagus plus memiliki jiwa kepemimpinan membuat dirinya masih dibutuhkan oleh Zinedine Zidane. Hadirnya dua trofi Liga Champions dalam tiga musim terakhir tak terlepas dari besarnya kontribusi Ronaldo. Ronaldo juga turut andil dalam perjalanan El Real di La Liga musim ini dimana mereka memuncaki klasemen. Dua gol krusialnya saat melawan Las Palmas yang menghindarkan Madrid dari kekalahan dan hatricknya ke gawang rival sekota Atletico Madrid jadi bukti jika Ronaldo masihlah menjadi pemain yang teramat penting. Kesimpulannya, Ronaldo adalah sosok penting yang masih dibutuhkan Los Blancos.


0 komentar:
Post a Comment