Monaco vs Manchester City : Duel Lini Tengah Yang Menentukan
Manchester City akan melawat ke markas pemuncak klasemen sementara Ligue 1, AS Monaco. Mereka bermodalkan kemenangan 2-0 atas Middlesbrough yang mengantarkan mereka ke babak semifinal Piala FA dimana mereka sudah di tunggu Arsenal. Sementara itu, Monaco akan berusaha semaksimal mungkin untuk lolos mengingat mereka adalah satu - satunya harapan publik Prancis di kompetisi ini menyusul tersingkirnya Paris Saint Germain pekan lalu di tangan Barcelona. Kemenangan teranyar mereka atas Bordeaux pekan lalu di kompetisi domestik jadi bekal mereka menatap laga nanti. Apalagi, mereka juga harus mengejar defisit dua gol nantinya. Dukungan publik tuan rumah tentu menjadi motivasi lebih mereka untuk lolos ke perempat final. Lantas, bagaimana peluang kedua tim di laga nanti ? Apakah hujan gol seperti di leg pertama lalu akan kembali terulang ?. Berikut ulasannya.
Tajamnya Lini Depan Monaco
Monaco tampil begitu produktif di musim ini. Soal catatan gol, mereka hanya kalah dari Barcelona sebagai tim tersubur di Eropa. Kembalinya performa Radamel Falcao plus beberapa pemain lainnya seperti Valere Germain dan Kylian Mbappe Lottin membuat lini depan Monaco bak momok yang menakutkan. Tercatat, mereka menjadi tim tersubur di liga domestik diantara lima liga top eropa. Tentu hal tersebut akan menjadi modal mereka menatap laga nanti. Apalagi, lini belakang masih menjadi problematika City sampai sekarang. John Stones dan Nicolas Otamendi sering kali mudah ditembus oleh para striker lawan. Belum lagi aktifnya kedua sayap mereka yakni Sagna dan Zabaleta, yang terkadang terlambat turun seusai melakukan overlapping. Lini depan mereka yang diisi oleh Radamel Falcao dan Kylian Mbappe Lottin tentu akan menjadi ancaman serius untuk jantung pertahanan Man City. Belum lagi ancaman sayap Monaco yang dihuni oleh Bernardo Silva dan Valere Germain yang siap memanfaatkan kelengahan kedua full back Manchester City. Di laga nanti, mereka akan kembali diperkuat Andre Raggi yang absen di leg pertama. Duetnya dengan Kamil Glik akan menjadi andalan Monaco di jantung pertahanan.
City Dan Problem Lini Belakang
Lini belakang masih akan menjadi fokus utama City di laga nanti. Memang, mereka keluar sebagai pemenang di leg pertama. Namun, mereka membiarkan Monaco mencetak tiga gol ( bisa jadi empat jika penalty Falcao masuk ) ke gawang mereka. Sungguh catatan tak menyenangkan tentunya untuk mereka mengingat gol tandang sangatlah berharga di kompetisi ini. Jika mereka kalah 2-0, mereka harus angkat kaki dari Liga Champions. Gol yang dicetak Falcao di awal babak kedua menjadi contoh kurangnya koordinasi di lini belakang City. Umpan panjang Fabinho mampu dikejar oleh Falcao dimana lini belakang City maju hingga garis tengah lapangan. Falcao berhasil memenangi duel dengan Otamendi dan Stones lalu menchip bola melewati Cabalero. Di momen itu juga terlihat bagaimana City kewalahan menghadapi kecepatan para pemain AS Monaco. Selain Falcao, satu nama lain yang patut menjadi perhatian adalah Kylian Mbappe Lottin. Striker masa depan Prancis ini ( yang juga kabarnya dilirik oleh Guardiola ) berhasil menngacaukan lini pertahanan City. Kemampuannya dalam membaca ruang dan juga daya jelajahnya yang luas menjadi kelebihan pemain yang satu ini. Sudah sepatutnya jika lini belakang menjadi sektor yang harus dibenahi terlebih sang kapten mereka, Vincent Kompany masih diragukan tampil seiring membaiknya performa John Stones setelah banjir cibiran di paruh pertama musim karena sering membuat blunder.
Duel Lini Tengah Menjadi Penentu
Baik City maupun Monaco punya kelebihan masing - masing di tiap sektor. Namun, sektor tengah nantinya akan menjadi penentu jalannya laga. Di kubu Monaco, duet Fabinho dan Joao Moutinho akan kembali menjadi andalan. Moutinho berperan sebagai pembagi bola di lini tengah sementara itu, Fabinho akan menjadi pemain pertama yang bertugas memutus alur serangan Manchester City. Tapi, patut diingat juga jika Fabinho memiliki kemampuan playmaking yang sangat bagus. Lawan mereka berdua di laga nanti adalah trio Silva-De Bruyne-Toure. Toure akan menjadi gelandang jangkar, sementara Silva dan De Bruyne akan di beri kebebasan atau free role sebagai mana yang mereka tunjukkan di leg pertama. Cairnya pergerakan Silva dan De Bruyne menjadi hal yang harus diperhatikan oleh Monaco. Keduanya sering bertukar posisi dengan kedua sayap terdekat mereka, yakni Leroy Sane dan Raheem Sterling di masing - masing sisi serangan Manchester City. Di leg pertama lalu, dengan formasi 4-1-4-1, City berhasil menghindari pressing yang dilancarkan Monaco di lini tengah. Aktifnya Sergio Aguero untuk menjemput bola menjadi faktor lainnya.
Gambar diatas adalah momen saat City melancarkan serangan. Terlihat jika kedua gelandang City, De Bruyne bermain agak melebar, dekat dengan winger. Tujuannya sudah jelas jika mereka ingin menghindari pressing lini tengah Monaco. Mundurnya Aguero plus melebarnya para gelandang City membuat Yaya Toure memiliki banyak opsi untuk mengalirkan bola kedepan. Namun, skema tersebut bukan tanpa kelemahan. Baik Silva maupun De Bruyne adalah tipe gelandang kreatif. Jika Monaco memasang gelandang bertipe box to box dan juga ball fighter, skema ini agaknya bisa diredam. Apalagi, Silva dan De Bruyne jarang melakukan aksi defensif di setiap laganya. Jika hal tersebut menjadi pilihan sang pelatih Leonardo Jardim, formasi 4-2-3-1 bisa menjadi alternatif. Duet gelandang jangkar bisa diisi oleh Fabinho dan Tiemoue Bakayoko. Sementara tiga gelandang tengahnya bisa ditempati oleh Joao Moutinho di tengah, Mbappe Lottin di kiri dan Bernardo Silva di kanan yang akan menopang Radamel Falcao sebagai target man. Jika skema ini berjalan baik, pola serangan City tentunya akan terganggu. Terlebih lagi, City adalah kesebelasan yang sering membangun serangan sedari lini belakang. Pressing bisa mereka lancarkan sedari lini tengah, utamanya kepada Yaya Toure yang hampir pasti menjadi pemain pertama yang akan menerima bola dari para bek City. Jika bisa merebut bola sedini mungkin, kedua sayap Monaco bisa sesegera mungkin melancarkan serangan ke jantung pertahanan City. Terlebih jika menilik aktifnya Sagna dan juga Zabaleta/Clichy dalam melakukan overlapping. Singkatnya, siapa yang bisa menguasai lini tengah, maka tim itulah yang berpeluang lolos.
Kesimpulan
Laga nanti adalah penentuan bagi kedua tim. Monaco tentu akan termotivasi menghadapi laga ini mengingat mereka satu - satunya wakil Prancis yang tersisa. Ketajaman lini depan akan menjadi senjata mereka di laga nanti. Sementara City, lini belakang sekali lagi menjadi sektor yang harus diperbaiki. Lengah sedikit saja, maka jangan harap mereka bisa loloske babak perempat final. Lini tengah akan menjadi area vital di laga nanti. Para gelandang kreatif City akan berhadapan dengan para gelandang fighter milik AS Monaco. Siapa yang bisa menguasai area tengah kemungkinan akan menjadi pemenang di akhir laga.. Kejelian masing - masing pelatih menjadi faktor penting lainnya. Perlu diwaspadai juga tentunya oleh Monaco mengingat Pep adalah pelatih yang cepat beradaptasi dengan kondisi permainan di lapangan. Jika tak memiliki plan B, Monaco akan kesuitan tentunya menghadapi laga nanti. Lantas siapa yang akan menjadi pemenang dan lolos ke babak selanjutnya? City atau Monaco ?. Menarik untuk ditunggu tentunya.


0 komentar:
Post a Comment