All Article You Need About Football , MotoGP And Formula One.

Leicester vs Sevilla : Bangkitnya Leicester Jadi Ancaman Untuk Sevilla


Laga penentuan akan tersaji nanti malam saat sang juara bertahan Liga Inggris, Leicester City kedatangan tamu asal Andalusia, yakni Sevilla dalam lanjutan babak 16 besar leg kedua. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Leicester menunjukkan grafik peningkatan performa selepas memecat Ranieri. Kemenangan atas Liverpool dan Hull jadi hasil terbaik mereka. Alhasil, perlahan mereka mulai menjauhi zona degradasi, tempat yang hampir selalui menghantui mereka sepanjang paruh musim pertama lalu. Sementara itu, Sevilla akan datang bermodalkan kemenangan 2-1 di leg pertama. Namun setelah mencatat kemenangan atas Leicester di leg pertama lalu, performa mereka justru tengah menurun dengan hasil teranyar yakni diimbangi oleh tim promosi Leganes akhir pekan lalu. Hasil yang mengecewakan tentunya, terlebih lagi di pekan yang sama Barcelona justru harus menelan kekalahan atas Deportivo La Coruna. Mereka pun gagal memangkas jarak dengan Madrid dan Barca di tabel klasemen. Lalu, bagaimana peluang kedua tim di pertandingan nanti ?. Simak ulasannya berikut ini.

Leicester Yang Kembali Ke Skema Andalan Mereka

Sebelum Ranieri dipecat, di paruh pertama lalu Leicester tercatat memakai beberapa skema seperti 3-5-2, 4-2-3-1, dan juga 4-3-3. Lain hal jika di musim lalu mereka memiliki skema pakem yakni 4-4-2, skema yang mengantarkan mereka menuliskan sejarah baru di Inggris. Di musim ini, percobaan taktik yang dilakukan Ranieri ternyata menjadi blunder seiring rentetan hasil buruk yang mereka catatkan di paruh musim pertama. Sulitnya para pemain beradaptasi dengan taktik baru disinyalir menjadi faktor utama terpuruknya The Foxes. Serangkaian hasil buruk tersebut akhirnya harus dibayar mahal oleh Ranieri, dimana dirinya harus angkat kaki dari kursi kepelatihanThe Foxes. Pemecatan Ranieri ternyata membawa berkah bagi Leicester. Sang caretaker, Craig Shakespear kembali memasang skema andalan mereka yakni 4-4-2. Hasilnya ? Liverpool dan Hull mereka taklukan dengan skor identik 3-1. Alhasil, Shakespear akhirnya dipilih oleh manajemen Leicester untuk menangani Jamie Vardy dkk di sisa musim ini. Laga malam nanti bisa jadi laga yang sesungguhnya untuk Shakespear. Menilik dari laga leg pertama lalu, ada banyak celah yang bisa di ekspliotasi oleh para pemain The Foxes. Duet center back Sevilla yakni Adil Rami dan Gabriel Mercado adalah pemain bertipikal lambat. Mereka juga bisa memanfaatkan aktifnya kedua full back Sevilla yaang dihuni oleh Sergio Escudero dan Mariano yang rajin membantu serangan. Aktifnya kedua full back Sevilla bisa jadi keuntungan untuk Leicester dimana mereka memiliki Ryad Mahrez dan Marc Albrighton di sisi sayap. Sementara itu, Jamie Vardy dan Shinji Okazaki kemungkinan akan turun sedari awal laga. Namun, jika ingin menonjolkan kecepatan, nama Ahmed Musa bisa jadi pilihan untuk mereka.

Situasi dimana saat gol Jamie Vardy

Dari gambar diatas, terlihat jika para defender Sevilla kewalahan dalam menghadapi counter attack Leicester. Mariano dan Tremoulinas terkecoh oleh pergerakan Drinkwater sehingga menyisakan celah di depan area kiper. Adil Rami yang terfokus ke pergerakan bola tak menyadari adanya Vardy di tiang jauh. Dengan satu sentuhan, Vardy pun bisa menceploskan bola ke jala Sergio Rico memanfaatkan umpan datar dari Drinkwater. Dari pertandingan leg pertama, Leicester bisa mengambil banyak pelajaran. Jika mereka bisa tampil apik, bukan tak mungkin mereka akan mencetak sejarah dengan lolos ke perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya.

Sevilla Yang Sedang Inkonsisten

Sempat tampil menjanjikan di awal tahun hingga awal Februari, performa Sevilla justru tengah naik turun. Teranyar, mereka harus rela berbagi satu poin dengan Leganes akhir pekan lalu. Dalam pertandingan tersebut, sang pelatih Jorge Sampaoli memasang skema 3-4-3 dengan Adil Rami, Daniel Carrico dan Clement Lenglet menjadi trio bek mereka. Mariano yang biasa dipasang menjadi full back, ditempatkan sebagai wing back. Sementara itu, Mattias Kranevitter dan Walter Montoya menjadi duet lini tengah mereka. Namun, formasi tersebut tak berjalan sesuai harapan karena seringkali terlihat Sevilla kalah jumlah di lini tengah dimana Leganes seringkali menempatkan 5 pemain di lini tengah. Ketidakhadiran Samir Nasri diyakini menjadi penyebab Sampaoli memakai skema tersebut. Karena tak berjalan lancar, Sampaoli pun mengubah skemanya ke 3-5-2. Mariano ditarik ke belakang, sejajar dengan Rami dan Daniel Carrico. Lima gelandang Sevilla diisi oleh N'Zonzi, Iborra, Kranevitter, Joaquin Correa dan juga Pablo Sarabia. Sementara lini depan diisi oleh Jovetic dan Luciano Vietto. Namun, hingga akhir laga, skor 1-1 tetap bertahan. Nah, untuk laga malam nanti, skema 4-2-3-1 bisa jadi pilihan terbaik untuk mereka. Apalagi, Nasri akan kembali ke skuat Sevilla untuk laga malam nanti. Duetnya dengan Vicente Iborra bisa jadi batu sandungan untuk duo gelandang Leicester, Danny Drinkwater dan Wilfried Ndidi. Apalagi, bisa dikatakan jika kemampuan Nasri dalam distribusi bola lebih baik dari duo gelandang Leicester. Di lini depan, Stevan Jovetic akan kembali menjadi andalan. Untuk pendamping Jovetic, ada banyak nama yang bisa dipilih oleh Sampaoli antara lain Vitolo, Joaquin Correa, Luciano Vietto, dan juga Wissam Ben Yedder. Dengan kedalaman skuat yang lebih baik, kemenangan tentunya menjadi target utama mereka malam nanti.

Kesimpulan

Kembalinya Leicester ke form terbaik mereka memunculkan harapan untuk lolos ke babak perempat final. Skema lama mereka yakni 4-4-2 kembali mendatangkan tuah untuk mereka. Bermain sabar dan mengejutkan Sevilla dengan serangan balik cepat akan menjadi andalan mereka di pertandingan nanti. Sementara itu untuk Sevilla, kemenangan 2-1 di leg pertama tentu belum menjamin kelolosan mereka ke fase delapan besar karena masih ada 2x45 menit di King Power Stadium. Lengah sedikit saja, maka berakhirlah perjalanan mereka di Liga Champions musim ini. Kontrol lini tengah adalah pilihan terbaik mereka nanti malam. Namun, patut diingat juga jika sisi sayap adalah area yang juga menjadi perhatian khusus mereka mengingat Leicester memiliki winger cepat semacam Ryad Mahrez, Ahmed Musa dan juga Marc Albrighton. Singkatnya, mereka tinggal mengamankan hasil yang mereka dapat di leg pertama. Dukungan penuh publik Leicester tentu akan menjadi motivasi lebih untuk tuan rumah. Apalagi, mereka 'hanya' tinggal menang 1-0 untuk lolos. Namun, tak akan semudah itu mengingat lawan mereka adalah juara Europa League tiga musim terakhir Sevilla. Menarik untuk ditunggu bagaimana jalannya pertandingan malam nanti. So, mampukah kalian mencetak sejarah 'lagi', Leicester ?
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment