Dimulai dengan melawan Crystal Palace malam nanti di Stamford Bridge, lima hari berselang mereka akan menghadapi partai berat melawan Manchester City dan dilanjutkan partai tandang ke Bournemouth. Usai beristirahat sepekan, mereka akan menghadapi ujian berat lainnya dimana Manchester United sudah menunggu di Old Trafford. Sudah cukupkah ? ternyata belum. Mereka sudah memastikan lolos ke semifinal FA Cup dan akan menantang Spurs di Wembley pada 22 April nanti. Dua laga sisanya adalah pertandingan tricky melawan Southampton dan Everton pada 26 dan 30 April. Itu artinya mereka harus memainkan tujuh pertandingan dalam satu bulan.
Bisa dibilang 'hanya' Crystal Palace dan Bournemouth yang secara di atas kertas berada di bawah Chelsea. Ujian sesungguhnya akan mereka hadapi kala melawan City , MU dan Spurs di semifinal FA Cup. Melawan City dan MU, Chelsea punya rekor apik. Di pertemuan pertama melawan duo Manchester, Chelsea meraih dua kemenangan dengan catatan tujuh gol dan hanya kemasukan satu. Namun, duo Manchester yang sedang berburu tiket kompetisi Eropa bisa jadi alarm untuk Chelsea untuk tetap menampilkan permainan terbaik mereka. Selain berpeluang meraih gelar Premier League, mereka juga sudah menjejak semifinal FA Cup. Dan lawan yang akan mereka hadapi pun tak enteng, yakni Tottenham Hotspur. Keduanya sudah saling mengalahkan musim ini. Siapa yang terbaik diantara mereka akan ditentukan di partai semifinal nanti.
Dua laga sisa bukanlah partai yang bisa dianggap sebelah mata oleh Chelsea. Southampton dan Everton dikenal seringkali menjadi batu sandungan bagi Chelsea. Musim lalu, keduanya juga mampu mengalahkan Chelsea di paruh musim pertama sebelum akhirnya di balas Chelsea dengan dua kemenangan di paruh musim kedua. Di pertemuan pertama musim ini, Chelsea tampil dominan atas keduanya. Everton mereka bantai 5-0 di Stamford Bridge sedangkan Soton mereka hempaskan dengan skor 2-0 di St. Mary. Tapi, segalanya akan teramat berbeda di pertandingan nanti. Everton tengah dalam performa menanjak berkat produktifnya seorang Romelu Lukaku. Mantan pemain Chelsea tersebut saat ini memimpin pencetak gol terbanyak Premier League dengan 21 gol. Sementara Southampton juga tengah dalam tren positif semenjak pergantian tahun. Jika Chelsea tak waspada, bukan tak mungkin keduanya bisa membuat Chelsea terpeleset.
Margin 10 poin yang memisahkan Chelsea dengan para rival menjadi bekal mereka menatap April yang padat. Tujuh pertandingan harus mereka jalani dalam 30 hari ke depan. Ada tiga Big Match yang mesti mereka hadapi. Melawan City di Stamford Bridge, tandang ke Old Trafford plus menghadapi Spurs di babak semifinal FA Cup di Wembley. Selain itu, ada dua partai krusial melawan Everton dan Southampton di akhir bulan ini. Tanpa merendahkan Crystal Palace dan Bournemouth, partai yang disebut di atas akan sangat menentukan untuk anak asuh Antonio Conte. Mereka masih berpeluang meraih double winner. Di sisa musim ini bisa dikatakan jika mereka 'hanya' tinggal mengamankan jarak dengan para rival. Namun jika lengah, bukan tak mungkin jika gelar yang sudah di depan mata sirna begitu saja.
Kita sudah disuguhkan permainan kolektif nan konsisten yang diperagakan oleh Chelsea musim ini. Hasilnya, mereka seakan tak terkejar oleh para pesaing mereka, terutama sejak mereka menggunakan skema tiga bek. Menjaga kebugaran para pemain andalannya jadi PR Conte di bulan yang padat ini. Mereka harus menghadapi beberapa pertandingan yang akan menentukan apa yang akan mereka raih di akhir musim. Jika bisa menjaga kebugaran para pemainnya, tentu mereka berpeluang meraih prestasi gemilang di musim pertama mereka bersama Conte. Conte sudah menunjukkan kelasnya sejauh ini. Konsistensi yang luar biasa plus raihan kemenangan di beberapa partai kunci akan memuluskan langkah mereka ke tangga juara. Finis sudah semakin dekat. Bagaimana mereka menghadapi sisa musim ini tergantung bagaimana Conte menjaga kebugaran para pemainnya. Dan jadwal padat di bulan April ini adalah ujian yang mesti dilewati oleh Gary Cahill dan kolega.


0 komentar:
Post a Comment