All Article You Need About Football , MotoGP And Formula One.

Raul Gonzalez : Ironi Sang Pangeran Bernabeu


Real Madird kini identik dengan sosok sang megabintang, Cristiano Ronaldo. Pemain berjuluk CR7 tersebut telah menjelma menjadi sosok pentig sejak kedatangannya ke Bernabeu. Sederet trofi telah ia menangi dan kini bertengger sebagai pencetak gol sepanjang masa Real Madrid. Eits,,, namun kita tak akan membahas Ronaldo kali ini. Adalah sosok legendaris Madrid lainnya yang akan kita bahas yakni Raul Gonzales Blanco. Sosok kepemimpinannya boleh jadi amat dirindukan oeh Madrid. Torehan 323 gol dalam 741 pertandingan menjadi pencapaiannya bersama Madrid yang diiringi oleh 7 gelar La Liga, 3 gelar UCL , dan masih banyak gelar lainnya yang ia persembahkan untuk Madrid.

Menjelma menjadi legenda Madird, Raul justru memulai karirnya bersama rival sekotanya Atletico Madrid. Bahkan keluarganya juga adalah penggemar Atleti. Raul begitu dielu - elukan oleh keluarganya saat mendapati Raul menembus skuat junior Atletico. Namun perjalannya bersama Atleti junior hanya berlangsung selama dua tahun. Lalu datanglah Real Madrid yang tertarik untuk mendatangkan Raul. Tanpa pikir panjang, Raul pun menerima pinangan Los Blancos. Keputusan yang juga sempat disayangkan oleh Raul mengingat keluarganya adalah fans Atleti, rival sekota Madrid. Namun apa daya Raul sudah memutuskan untuk hengkang dengan alasan Madrid adalah tempat dimana ia bisa berkembang.

Keputusan yang tampaknya menjadi keputusan terbaik dalam hidupnya. Di Madrid ia menjelma menjadi sosok striker berkelas. Debutnya terjadi pada 1996 saat Madrid bertandang ke La Romareda markas Real Zaragoza. Sepekan setelahnya, gol pertamanya untuk Los Blancos hadir justru saat Derby Madrid di Bernabeu. Meski pernah berseragam Atleti, Raul tak kuasa untuk menahan sukacitanya setelah mencetak gol perdananya bagi Madrid. Setelahnya , hanya ada gol demi gol yang lahir dari kaki Raul. Sederet gelar pun ia raih bersama Madrid. Dalam 10 tahun pertamanya, 14 trofi berhasil ia sumbangkan untuk Madrid.

Sosok kepemimpinannya di skuat Madrid membuatnya ditunjuk sebagai kapten Madrid pada 2003 menggantikan Fernando Hierro. Sederet prestasi dan melingkarnya ban kapten di lengannya membuat Raul menjadi sosok idola di Bernabeu. Begitulah ceritanya sampai datanglah Florentino Perez pada 2003. Konsep Galacticos yang diterapkan oleh Perez membuat nama - nama yang tadinya menjadi sosok penting bagi Madrid akhirnya terbuang. Fernando Morientes mungkin adalah sosok yang paling kecewa dengan kebijakan Perez tersebut  "Sebelum itu ( Galacticos ) terjadi, para pemain mempunyai tujuan yang sama. Namun setelahnya, semua menjadi berbeda. Ada rasa ego yang besar diantara mereka", ucap Morientes yang menjadi salah satu tandem terbaik Raul di Madrid.


Para pemain akhirnya berdatangan ke Bernabeu. Zidane, Figo, Ronaldo, Robinho dan Beckham hanyalah beberapa diantaranya. Namun bukannya meredup, merekalah yang akhirnya 'dipulangkan' oleh Raul. Begitulah sosok Raul yang menjadi sosok penting di Madrid saat itu. Setelah mereka pergi, datanglah lagi pemain bintang pada 2009. Adalah Cristiano Ronaldo dan Ricardo Kaka. Dan kedatangan Ronaldo ke Madrid jelas membuat Raul berada dalam posisi yang tidak diuntungkan. Pembagian tugas mencetak gol dan perebutan nomor punggung 7 yang jadi ikon keduanya menjadi isu panas yang terdengar di ruang ganti. Pada bulan April 2010 saat Madrid bertandang ke Zaragoza, Raul menderita cedera dan harus menepi hingga akhir musim. Tapi apa daya jika pada kenyataanya pertandingan tersebut adalah pertandingan terakhirnya bersama Madrid.

La Romareda pun menjadi stadion penuh sejarah bagi Raul karena di stadion inilah Raul memulai sekaligus mengakhiri petualangannya bersama Madrid. Di akhir musim, Raul memutuskan untuk memutus kontraknya bersama Madrid. Padahal pada 2008 lalu Raul, bersama Iker Casillas mendapat kontrak seumur hidup dari Madrid. Raul pun pergi dengan cara yang tidak menyenangkan. Tak ada usaha berarti dari manajemen Madrid untuk mempertahankan Raul. Mereka sudah merasa puas dengan adanya sosok CR7 sebagai pengganti. Nomor 7 yang dipakai Raul pun tidak dipensiunkan dan langsung begitu saja diserahkan ke Ronaldo tanpa sepengetahuan Raul. Selepas angkat kaki dari Madrid, Raul melanjutkan petualangannya ke Jerman bersama Schalke.

Di musim pertamanya, Raul berhasil menyumbangkan trofi DFB Pokal dan Piala Super Jerman di awal musim berikutnya. Keberhasilan Schalke menembus semifinal Liga Champions menjadi prestasi lainnya. Hanya dua musim Raul bermukim di Veltins Arena. Schalke pun mempensiunkan nomor punggung 7 sebagai bentuk penghormatan. Tak seperti Madrid yang tak memberikan penghormatan berarti untuk Raul. Namun nomor 7 akhirnya kembali digunakan oleh Schalke setelah diberikan untuk pemain muda Max Meyer, atas persetujuan Raul tentunya. Setelah bersama Schalke, perlahan nama Raul mulai meredup dari hingar bingar sepakbola. Ia merantau jauh ke Qatar untuk membela Al Sadd dan berhasil membawa timnya juara Liga Super Qatar. Setelah Al Sadd, New York Cosmos menjadi pelabuhan berikutnya. Namun, New York Cosmos adalah tim terakhir Raul di dunia sepakbola.

Di usia 38 tahun, Raul mengumumkan pensiun pada November 2015 lalu bersamaan dengan keberhasilan New York Cosmos menjadi juara NASL ( North American Soccer League ). Usai sudah perjalanan Raul selama 21 musim berkarir di dunia sepakbola. Namanya akan selalu dikenang, terutama publik Santiago Bernabeu. Dirinya tetaplah sang Pangeran Madrid dengan segala pencapaian dan juga prestasinya bersama Los Blancos. Meski mendapatkan perlakuan tak menyenangkan di ujung karirnya bersama El Real, namun Raul menyatakan jika Madrid adalah bagian terbaik dalam hidupnya. Jika ada hal yang membuat Raul penasaran, maka hampir pasti hal tersebut adalah kegagalannya mempersembahkan trofi untuk timnas Spanyol. Perempat Final Euro 2000 dan 16 besar Piala Dunia 2006 adalah prestasi terbaiknya. Torehan 44 gol dalam 102 penampilannya jadi pencapaian lainnya.


Meski gagal bersinar bersama timnas Spanyol, Raul tetaplah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh Spanyol. Segala prestasinya bersama Madrid akan sulit dicapai oleh pemain lain. Pemain bintang datang silih berganti ke Santiago Bernabeu. Namun sampai kini, hanya ada satu pangeran dan orang tersebut adalah Raul Gonzalez Blanco.

Thanks For Reading.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment