Gemilangnya Seorang Dani Alves
Juventus berhasil lolos ke final keduanya dalam tiga tahun terakhir di ajang Liga Champions. Menghadapi Monaco di babak semifinal, Bianconeri lolos dengan skor agregat 4-1. Alhasil, Juve pun menjadi tim pertama yang menginjakkan kaki di Cardiff. Kemenangan Juve juga tak lepas dari performa cemerlang para pemainnya. Namun jika harus menyebut satu nama, maka sosok Dani Alves adalah nama teratas. Luar biasanya performa Alves bisa terlihat di babak semifinal. Ada satu gol dan tiga assist yang ia catatkan dalam dua pertandingan. Ia pun juga keluar sebagai Man Of The Match di dua laga tersebut.
Performa Alves musim ini terhitung mengejutkan. Pemain yang genap berusia 34 tahun pada 6 Mei lalu tersebut masih mampu menampilkan performa terbaiknya di level teratas kendati sudah tak muda lagi. Sudah ada lima gol dan enam assist yang ia torehkan musim ini bersama Juve. Dalam hal kreativitas pun seorang Alves tak kalah bagus. Ia sudah menciptakan 27 peluang untuk Juventus di ajang Liga Champions, lebih banyak dari pemain manapun. Maka tak mengherankan jika ia menuai banyak pujian usai penampilan apiknya dalam dua leg melawan Monaco.
Musim ini, Alves memulai 'awal' baru dalam karirnya. Ia meninggalkan Barcelona, tim yang sudah ia bela selama sembilan musim. Di sanalah ia mencapai puncak karirnya sebagai pesepakbola. Sederet gelar telah ia raih diantaranya adalah tiga trofi UCL, enam gelar La Liga dan empat gelar Copa Del Rey. Tak ayal jika keputusannya untuk tak memperpanjang kontraknya di Barca menghadirkan banyak pertanyaan. Mengapa ia rela meninggalkan Barca, tim dengan jaminan trofi setiap musimnya ?. Selain mencari awal baru, ternyata ia memang sudah tak ingin membela Barca karena profesionalitas.
Alves berujar jika manajemen Barca hanya membutuhkan jasanya jika memang benar - benar dibutuhkan. Setelah meraih treble pada 2015, sebenarnya keinginan akan hengkan sudah muncul dalam benaknya. Namun, manajemen memintanya untuk bertahan setidaknya satu musim lagi di Camp Nou. "Mereka tidak benar - benar menginginkanku. Mereka terkesan tidak serius ingin mempertahankanku. Karena itulah aku pergi untuk mencari klub yang benar - benar membutuhkanku", ujar Alves usai kepindahannya ke Juventus Stadium.
Keputusan tepat untuk Alves sejauh ini menilik laju impresif La Vecchia Signora musim ini. Peluang treble pun terbuka lebar. Serie A tinggal meunggu waktu, Copa Italia sudah menanti pekan depan. Sementara Liga Champions sudah begitu dekat. Jika berhasil, maka Alves akan menjadi pemain pertama yang meraih treble di dua klub berbeda. Sebuah pencapaian istimewa tentunya. Sementara Juve melaju jauh, Barca yang merupakan mantan klubnya harus terhenti di babak perempat final. Dan Juventus-lah yang menyingkirkan anak - anak Katalan. Namun respek tinggi tetap ditunjukkan oleh Alves.
Usai menahan Barca 0-0 di Camp Nou, Neymar yang saat itu menangis karena timnya tersisih langsung dihampiri oleh Alves. Ia pun menenangkan rekan senegaranya tersebut. Usai laga, Alves menyebut jika Barcelona adalah keluarga untuknya. Tak mengheranakan tentu karena disanalah Alves meraih titik tertinggi dalam karir sepakbolanya. Kesuksesan yang juga membuat namanya masuk deretan elit sebagai salah satu bek kanan terbaik di dunia dimana Phillip Lahm, Javier Zanetti hingga Giachinto Fachetti berdiri. Namun, tantangan belum usai untuknya.
Masih ada gelar Serie A, Coppa Italia dan Liga Champions yang sudah menanti di musim pertamanya bersama Bianconeri. Dengan penampilan ciamiknya di usia senjanya sebagai pesepakbola, tak bisa dipungkiri jika ia masih menjadi salah satu bek terbaik dunia. Raihalah trebel keduamu, Alves !!

0 komentar:
Post a Comment