Menanti Kebangkitan Marquez Di Argentina
Marc Marquez menatap seri Argentina dengan bekal positif. Pole position menjadi hasil yang ia raih di sesi kualifikasi. Artinya ia akan menjalani balapan keempatnya di Argentina dari posisi terdepan secara empat musim beruntun. Masih teringat tentu di benaknya bagaimana ia tak bisa bersaing dengan pembalap baris depan di seri pembuka di Qatar dua pekan lalu. Aih - alih memperebutkan kemenagan, ia harus puas mengahkhiri lomba di tempat keempat. Bukan hasil yang positif tentunya untuk membuka musim bagi sang juara bertahan.
Jika ada problem yang masih dikeluhkan oleh Marquez, maka hal itu tak lain adalah problem akselerasi yang masih melekat pada RC213V miliknya. Masalah itu juga lah yang membuat Marquez tak berdaya di Qatar lalu. Saat itu, untuk mengatasi masalah akselerasi nya, Marquez mengakalinya dengan memakai ban hard untuk motornya dengan harapan bisa bertahan hingga akhir lomba. Bukan tanpa alasan Marquez menggunakan ban hard. Jika ia memutuskan menggunakan medium, bannya tak akan bertahan hingga akhir race karena tak kuat menahan hard breaking yang sering diterapkan Marquez sepanjang lomba. Kekhawatiran yang akhirnya menjadi kenyataan setelah gerimis sempat turun di Losail yang membuat Marquez harus berganti ke medium.
Dan menjelang GP Argentina masalah tersebut sepertinya masih belum teratasi. Ia sempat menempati posisi sepuluh di FP 1 sebelum memperbaikinya di FP 2 dengan berada di urutan dua di belakang Maverick Vinales yang dominan sepanjang hari jumat lalu. Posisinya kembali melorot ke urutan tujuh di akhir Latihan Bebas 3. Menjelang Kualifikasi, hujan turun membasahi sirkuit Termas De Rio Hondo. Peruntungan Marquez pun berubah dimana ia tampil ciamik dengan merebut pole position. Sementara itu, Vinales harus puas start dari posisi enam. Adapun Pedrosa dan Rossi secara berututan posisi lima dan tujuh. Semnatara itu Jorge Lorenzo haru puas satar dari posisi ke 14.
Namun, sudah sepatutnya Marquez waspada di race nanti. Duo Yamaha yakni Rossi dan Vinales diprediksi akan cepat sejak awal. Terlebih lagi sesi kualifikasi kemarin berjalan dalam kondisi basah. Artinya jika nanti balapan berlangsung kering, akan sulit bagi Marquez jika ia tak bisa memanajemen ban dengan baik di sepanjang race nanti. Sementara itu duo Yamaha dikenal memiliki manajemen ban yang sangat baik. Masih ada sesi warm up dimana Marquez bisa menyempurnakan tunggangannya untuk race nanti. Terlepas dari problem yang masih mendera motornya, nyatanya statistik menunjukkkan jika Argentina adalah salah satu sirkuit favoritnya. Dari tiga kali race sejak 2014, ada tiga pole posistion yang ia raih ( empat termasuk race nanti malam ). Dua kemenangan pun berhasil ia catatkan kendati sempat satu kali DNF pada 2015.
Didukung catatan apik plus akan memulai race dari posisi terdepan jelas menjadi keuntungan yang tak boleh disiasiakan oleh Marquez. Ia harus sesegera mungkin menemukan ritme yang tepat jika tak ingin kian tertinggal dari Yamaha khususya Vinales. Dan Argentina agaknya menjadi momen yang tepat baginya untuk kembali ke tempatnya yang seharusnya. Dan kemenangan di race nanti menjadi harga mati bagi Marquez dalam usahanya mempertahankan gelar MotoGP.

0 komentar:
Post a Comment