All Article You Need About Football , MotoGP And Formula One.

Tak Ada Keajaiban Lain Untuk Blaugrana

Pic Source : indianexpress.com

Usai sudah perjalanan Barcelona di ajang Liga Champions musim ini. Sama seperti musim lalu, mereka harus tersingkir di babak perempat final. Adalah Juventus yang menghentikan laju Barca di kompetisi tertinggi antar klub eropa tersebut. Target mengejar defisit tiga gol El Barca seakan tak berarti ketika gempuran demi gempuran yang mereka lancarkan harus menemui kokohnya lini pertahanan La Vecchia Signora. Hanya satu shoot on target yang mereka ciptakan dari 19 attempt. Statistik mengejutkan untuk tim dengan lini serang menakutkan seperti Barcelona.

Kembalinya Sergio Busquets membuat Barca kembali ke bentuk formasi andalannya yakni 4-3-3. Kemampuan distribusi bola Busquets tentu diharapkan mampu memberikan dimensi berbeda dalam sistem penyerangan El Barca. Kekalahan mereka pekan lalu di kandang Juve juga sedikit banyak terpengaruh oleh absennya Busquets. Namun, harapan yang diinginkan pun tak terjadi semalam. Juve yang pada akhir pekan lalu menurunkan sebagian pemain pelapisnya , khususnya pemain bertahan, mampu mengantisipasi gelombang serangan yang datang ke daerah pertahanan mereka.

Leo Messi hanya mampu mencatatkan satu shot on target dari tujuh percobaan. Neymar, yang di laga ini berlari tanpa henti untuk mengacaukan lini belakang Juve ( 20 percobaan melewati lawan ) mencatatkan empat shoot on goal yang semauanya jauh dari sasaran. Sementara Suarez justru terlihat alpha dengan tak mencatatkan satupun shoot di laga ini. Lebih buruk lagi untuknya dimana di akhir laga namanya masuk dalam daftar penampil terburuk di laga ini. Sesuai prediksi, Juve terlihat lebih siap menatap laga ini. Kebugaran pemain belakang menjadi hal krusial bagi kelolosan Juve.

Tempo lambat yang mereka terapkan mampu mengisolasi lini serang El Barca. Ada 33 tekel berhasil dari 52 percobaan. Sebuah catatan lainnya adalah 50 clearance, 21 intercept dan juga 15 block yang dicatatkan oleh lini pertahanan Juve. Tak ayal jika begitu sulitnya Barca menembus kotak penalti Juve membuat Neymar dkk sering melepaskan umpan silang ke lini pertahanan Juve. Hal ini seakan sia - sia. Mereka tak memiliki seorang target man dengan postur menjulang tinggi. Selain itu, ada juga duet Bonucci dan Chiellini di jantung pertahanan mereka. Keduanya dikenal memiliki postur ideal untuk mengantisipasi umpan silang.

Terlepas dari bagaimana pola serangan Barcelona, kokohnya lini belakang Juventus menjadi penghalang bagi anak asuh Luis Enrique. Kegagalan mereka mencetak gol di awal laga saat Juve masih beradaptasi dengan permainan tak mampu mereka manfaatkan. Kejelian Allegri pada laga ini memang patut diacungi jempol. Mengistirahatkan sebagian pemainnya di laga Serie A pekan lalu membuat skuadnya menjadi lebih siap menatap laga ini. Jalan mereka menuju Cardiff pun semakin terbuka. Tak akan ada tim yang mau bertemu dengan Juve di babak semifinal nanti.

( Getty Images : en.as.com )

Keajaiban memang sempat Barcelona ciptakan saat menyingkirkan PSG. Laga yang terlihat mustahil tersebut ternyata mampu dilalui Barca dengan comeback fantastis di leg kedua. Sayangnya, harapan untuk menciptakan comeback lainnya terhalang oleh Juve, salah satu tim dengan defense terbaik di eropa. Dan seperti yang kita ketahui jika Juventus bukanlah PSG meskipun Barcelona tetaplah Barcelona. Dan untuk kali ini, tak ada keajaiban susulan untuk El Barca. Lebih baik jika mereka fokus ke El Classico akhir pekan ini. Raihan gelar Copa Del Rey di akhir musim bisa jadi obat untuk musim yang tergolong mengecewakan untuk Leo Messi dan kolega.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment