Akhir Pekan Emosional Untuk Terry
Chelsea akan mengakhiri musim ini dengan menjamu Sunderland akhir pekan nanti. Laga ini sejatinya sudah tak berarti apa - apa lagi karena dua hal. Pertama, Chelsea sudah dipastikan menjadi kampiun akhir pekan lalu. Kedua, Sunderland juga sudah dipastikan terdegradasi musim ini dan divisi Championship sudah menanti mereka musim depan. Namun, ada hal spesial di laga terakhir di Stamford Bridge musim ini. Tak lain adalah laga perpisahan bagi sang kapten The Blues, John Terry yang sudah memutuskan akan hengkang usai 17 tahun bermukim di London Barat.
Musim ini Terry memang amat jarang dimainkan oleh Conte. Riwayat cedera yang memburuk plus faktor usia membuat namanya tergusur oleh David Luiz bahkan Cesar Azpilicueta. Dalam skema tiga bek ala Conte, mobilitas ketiga center back-nya memang sangat krusial. Dan mulai melambatnya Terry menjadi penyebab mengapa Conte jarang menurunkannya, selain dua faktor di atas. Bukan sebuah keputusan yang keliru juga dari seorang Conte karena trio Cahill, Luiz, dan Azpilicueta terbukti mampu memenuhi ekspektasi dari mantan allenatore Juventus tersebut.
Minimnya kesempatan bermain membuat Terry tak punya pilihan lain selain hengkang. Spekulasi soal pensiun juga sudah dimentahkan olehnya. Ia yakin masih mampu bermain di level teratas. Satu hal lain, kemungkinan ia akan berkarir di luar Inggris. Terry sendiri pernah berujar bahwa jika ia bermain di Inggris, maka Chelsea adalah satu -satunya pilihan untuknya. Tak mengherankan memang karena ia sudah menjadi bagian dari sejarah Chelsea, terutama sejak tonggak kepemilikan berpindah ke tangan taipan asal Rusia, Roman Abramovich pada 2003.
Deretan trofi juara sudah pernah ia rasakan bersama Chelsea. Mulai dari Premier League, piala FA, Piala Liga, Community Shield, Europa League dan tentu saja gelar Liga Champions. Dan musim ini, di musim terakhirnya, ia mendapat 'hadiah' berupa trofi Premier League kelimanya, yang akan ia angkat bersama Gary Cahill akhir pekan nanti usai laga melawan Sunderland. Sebuah akhir manis tentunya bagi sang legenda. Ia satu - satunya yang tersisa dari generasi medio 2004 akan mengakhiri karir gemilangnya di Stamford Bridge. Hal yang sudah lebih dulu dilakukan oleh rekan - rekannya seperti Drogba, Lampard, dan Petr Cech.
Akan sangat emosional tentunya menjalani laga terakhirnya di Stamford Bridge, venue yang sudah 17 tahun lamanya ia menginjakkan kaki di sana. Membela panji The Blues penuh kebanggaan. Dan mengakhiri karir dengan sebaik mungkin adalah sebuah keistimewaan tersendiri. Premier League sudah. Masih ada trofi lain menanti untuk ia angkat, yakni piala FA dengan catatan Chelsea mampu menumbangkan Arsenal di Wembley akhir bulan ini. Lebih daripada itu, ia akan menjalani laga perpisahannya akhir pekan ini karena belum tentu ia akan diturunkan oleh Conte melawan Arsenal nanti. Kalah atau menang, Terry tetaplah legenda hidup untuk Chelsea.

0 komentar:
Post a Comment