All Article You Need About Football , MotoGP And Formula One.

Akhir Dari St. Totteringham's Day


Spurs kembali merapatkan jarak dengan rivalnya, Chelsea dalam perburuan gelar. Adalah kemenangan 2-0 atas Arsenal dalam laga North London Derby yang mengantarkan Spurs mengembalikan defisit poin menjadi empat angka. Dua gol dari Harry Kane dan Dele Alli juga memastikan mereka finis di atas Arsenal, pertama kali dalam 22 musim terakhir. Terakhir kali mereka finis di atas Arsenal di era Premier League adalah di musim 1995/1996. Namun sejak Wenger menangani The Gunners, Spurs seakan kesulitan untuk finis di atas rival sekotanya tersebut. Dan akhirnya penantian tersebut berakhir usai laga semalam.

Kemenangan ini juga menyajikan catatan lain. Yakni seorang Harry Kane yang kini menjadi top skor Spurs di North London Derby dengan catatan enam gol, melewati Gareth Bale dengan torehan lima gol. Satu hasil imbang di laga selanjutnya melawan West Ham sudah cukup untuk memastikan mereka setidaknya finis sebagai runner up. Masih memergakan gaya Counter Pressing, Spurs kini sudah menunjukkan grafik permainan yang meningkat di bawah arahan Mauricio Pochettino.

Mereka kini menjelma sebagai tim dengan gaya ofensif dan defensif yang sama baiknya. Pertahanan mereka adalah yang terbaik sejauh ini di Liga Inggris. Hanya ada 22 gol yang masuk ke jala Hugo Lloris dari 34 pertandingan sejauh ini. Tak mengherankan jika mereka sangat sulit dikalahkan. Rekor kandang mereka juga cukup mentereng. Ada 16 kemenangan dari 18 laga di White Hart Lane di ajang Premier League. Hanya ada 'noda' dua hasil draw yang mewarnai perjalanan mereka di stadion yang akan mereka tinggalkan musim depan tersebut.

Sudah cukup bagus di ajang Liga Inggris, tak begitupun dengan ajang eropa. Mereka harus tersisih lebih awal di fase grup. Tergabung dengan Leverkusen dan AS Monaco, mereka tak mampu berbuat banyak. Kane dkk hanya menempati posisi tiga di akhir fase grup. Turun kasta Liga 'Malam Jum'at' nyatanya tak membuat peruntungan mereka membaik. Mereka harus tersisih oleh wakil Belgia, Gent di babak 32 besar. Pochettino nampaknya masih harus menyempurnakan skemanya jika ingin berbicara banyak di ajang antar klub eropa.

Secara fondasi mereka sudah cukup bagus. Hanya perlu perbaikan di beberapa sektor, khususnya lini pertahanan yang acapkali tertembus oleh lawan dengan skema counter attack. Membeli beberapa pemain di busra transfer musim panas nanti menjadi opsi bagi Spurs untuk memperdalam skuatnya mengingat jadwal di Inggris yang super sibuk. Semakin matangnya permainan Alli,Eriksen dan Harry Kane menjadi modal mereka untuk musim depan jika gagal meraih gelar Premier League pada musim ini.

Konsistensi Spurs musim ini menjadi catatan tersendiri. Mereka hampir tak pernah kehilangan poin - poin penting di laga krusial. Sayangnya, mereka terlalu banyak mengalami hasil draw. Terhitung, baru Chelsea yang sejauh ini mampu merepotkan Spurs. Merekapun kini bercokol di dua posisi teratas dalam perburuan gelar Premier League. Alhasil, Spurs kini berhasil merayakan kemerdekaan mereka, yakni finis di atas Arsenal untuk pertama kalinya dalam 22 musim. Namun, ada hal lain yang sepatutnya mereka perjuangakan. Tak lain adalah gelar Liga Primer.

Menyapu bersih seluruh laga sisa menjadi jalan satu - satunya, sambil berharap Chelsea kehilangan poin. Dan yang terpenting, tak ada lagi St. Totteringham's Day. Setidaknya untuk musim ini.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment