Getty Images : crash.net
Seri selanjutnya bisa menjadi titik balik bagi sang juara bertahan. Adalah Circuit Of The Americas yang akan menjadi tuan ruman akhir pekan ini. Sirkuit ini terhitung adalah sirkuit yang paling bersahabat dengan Marquez. Empat kali pole position, empat kali pula ia keluar sebagai pemenang di akhir lomba. Rekornya pun sejauh ini masih 100 persen sejak MotoGP menggelar balapan di sirkuit tersebut. Race yang seharusnya bisa jadi tak susah - susah amat untuk Marquez mengingat rekornya yang begitu mentereng.
Namun, agaknya masih ada problem yang belum teratasi dari tunggangannya, RC213V. Masalah tersebut tak lain adalah problem akselerasi. Masalah serupa yang ia alami di Qatar dan Argentina. Di Qatar, ia hanya mampu finis keempat setelah ban mediumnya tak mampu menahan late breaking yang terus - terusan ia peragakan. Sementara di Argentina, setelah sempat kesulitan di latihan bebas pertama, ia berhasil bangkit di latihan bebas kedua. Laju impresif yang akhirnya ia akhiri dengan raihan pole position. Sayangnya, ia mengalami crash di lap keenam karena masalah front end ( kasus yang sama dialami oleh Pedrosa ).
Tapi, patut diketahui pula jika Circuit Of The Americas merupakan sirkuit dimana Honda sangat kompetitif. Dan sepertinya masalah akselerasi mereka bisa sedikit teratasi nantinya mengingat karakternya yang sangat berbeda dibanding dua seri pembuka. Berbanding terbalik dengan Yamaha dimana mereka tak punya rekor yang cukup baik di sirkuit ini. Podium ketiga adalah hasil terbaik Yamaha di sirkuit ini. Peluang yang cukup bagi Honda untuk bangkit setelah mereka hanya menempatkan dua rider di sepuluh besar race Argentina dua pekan lalu.
Rival yang sepatutnya diwaspadai Marquez tentu adalah duo Yamaha, Vinales dan Rossi. Keduanya tampil dominan di race awal. Vinales mampu menyapu bersih dua race pembuka sementara Rossi tak henti - hentinya menunjukan kualitasnya di balapan yang sesungguhnya kendati sering mengalami kesulitan di sesi latihan dan kualifikasi. Menjadi tantangan tersendiri untuk Marquez jika ingin bangkit di sirkuit favoritnya. Jika tak lekas bangkit, ia akan semakin tercecer dari perburuan gelar juara dunia musim ini. Lebih cepat lebih baik jika mengacu pada konsistennya duo Yamaha.
Memang masih ada 16 race tersisa. Namun, keperkasaan duo Yamaha membuat Marquez harus secepatnya kembali ke posisi yang seharusnya. Dan kesempatan tebaik untuk bangkit akan datang akhir pekan nanti di sirkuit favoritnya. So, bangkit atau kian terpuruk, Marquez ?

0 komentar:
Post a Comment