All Article You Need About Football , MotoGP And Formula One.

Jalan Terjal El Barca


Barcelona kembali menuai hasil minor. Setelah akhir pekan lalu takluk dari Malaga, kali ini anak asuh Luis Enrique harus menelan kekalahan keduanya dalam rentang empat hari setelah tunduk dari wakil Italia, Juventus di perempat final Liga Champions. Tampil dominan sepanjang laga, Barca harus pulang dengan kekalahan 3-0. Artinya, dalam dua pertandingan beruntun anak asuk Luis Enrique ini gagal mencetak gol ke gawang lawan. Alhasil, peluang Los Cules untuk meraih treble winners tampaknya akan semakin berat.

Masih segar dalam ingatan bagaimana Barcelona melewatkan kesempatan untuk memuncaki La Liga pekan lalu. Setelah derby Madrid berakhir sama kuat 1-1, seharusnya kemenangan adalah hal mutlak bagi Blaugrana. Namun apa daya jika akhirnya mereka justru takluk dengan skor akhir 2-0. Lebih parah lagi untuk Barca mengingat di laga itu Neymar dikartu merah dan akan menjalani skorsing tiga laga karena menampilkan gestur yang tidak pantas di laga itu. El Classico pun akan dilalui El Barca tanpa kehadiran seorang Neymar.

Menjadi kesulitan tersendiri untuk Barca menghadapi sisa musim ini. Mereka kini tertinggal tiga angka dari rival abadi mereka Real Madrid di klasemen La Liga. Tapi, patut diingat juga jika El Real masih menyimpan satu laga tunda. Selain La Liga, masih ada Liga Champions yang mesti mereka pikirkan. Ada defisit tiga gol yang mesti mereka kejar jika ingin lolos ke semifinal. Bukan perkara mudah tentunya. Juventus kini tengah dalam performa cemerlang selepas pergantian tahun.

Sejak pergantian tahun, Juve mengubah skemanya dari 3-5-2 ke 4-2-3-1 dengan menempatkan Mandzukic dan Cuadrado di kedua sayap. Ada 18 pertandingan ( termasuk vs Barca ) yang mereka lalui dengan catatan 15 kemenangan, dua hasil seri dan satu kekalahan. Satu - satunya kekalahan yang diderita Juve adalah kekalahan atas Napoli di semifinal Coppa Italia dengan skor 3-2. Itupun dengan catatan Juve sudah unggul di leg pertama sehingga mengendur di leg kedua. Final Coppa yang sudah digenggam plus ada jarak yang lebar dengan para rival di Serie A membuat Juve bisa sepenuhnya fokus ke ajang Eropa. Sesuatu yang tidak dialami oleh Barcelona saat ini.

Musim ini segala sesuatunya seakan berjalan pelik untuk tim asal Catalan tersebut. Ada banyak pertandingan dimana mereka kehilangan poin krusial melawan tim medioker. Belum lagi rentetan cedera yang menimpa skuad mereka. Jangan lupakan juga beberapa pemain yang tampil di bawah ekspektasi seperti Andre Gomes dan Lucas Digne. Pemain - pemain senior pun mulai menunjukan penurunan performa seperti Iniesta, Gerard Pique, Mascherano, Jeremy Mathieu dan juga Ivan Rakitic. Dan nampaknya El Barca harus mulai melakukan regenerasi skuad.

***

Masih ada banyak laga sisa untuk Barcelona jalani sampai akhir musim. Ada final Copa Del Rey, delapan laga La Liga plus ajang Liga Champions. Namun, mereka harus menenui tantangan berat untuk mereka hadapi kedepannya. Absennya Neymar di laga El Classico 24 April mendatang tentu menjadi pukulan telak. Jika gagal meraih kemenangan di laga akbar tersebut, bisa dibilang peluang mereka untuk menjuarai Liga sudah berakhir. Sementara di ajang Liga Champions, ada kekalahan 3-0 atas Juventus yang mesti mereka kejar defistnya pekan depan. Comeback atas PSG di babak sebelumnya tentu membuat Barca masih menyimpan asa untuk mengulangnya lagi melawan Juve walaupun akan sangat sulit. Dan rasanya gelar Copa Del Rey menjadi satu - satunya gelar yang realistis untuk Blaugrana.

Note : Sepertinya Juventus bukanlah PSG.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment