Ligue 1 Yang Tak Lagi Berjalan Searah
Ada sesuatu yang berbeda di Liga Prancis musim ini. Di empat musim terakhir, dominasi PSG tak terbantahkan. Bahkan dalam dua musim terakhir, klub ibukota Prancis tersebut menyapu bersih gelar domestik. Namun, hal berkebalikan justru terjadi musim ini. Dominasi yang ditunjukkan PSG dalam beberapa musim terakhir tak terlihat lagi. Justru tim - tim seperti Nice dan AS Monaco mampu unjuk gigi. Nice bahkan sempat memimpin klasemen hingga pekan ke 25 sebelum digusur oleh AS Monaco.
Keperkasaan PSG yang memudar bisa jadi karena hengkangnya sang bintang, Zlatan Ibrahimovic. Saat masih diperkuat oleh Ibra, PSG begitu dominan. Musim lalu, PSG finis dengan jarak 31 poin atas pesaing terdekat, Olympique Lyonnais. Raihan 102 gol dan hanya kemasukan 19 gol menjadi catatan yang tak terbantahkan atas dominasi mereka. Ibrahimovic pun keluar sebagai top skor kompetisi di akhir musim dengan raihan 38 gol. Tak hanya sampai disitu. Raihan Coupe de La Ligue dan Coupe de France menyempurnakan dominasi mereka di tanah Prancis. Raihan treble domestik yang sukses mereka ulangi di musim sebelumnya.
Dan sekarang Ibra sudah hengkang ke Inggris. Banyak yang menilai di awal musim jika dominasi PSG akan terhenti seiring dengan kepergian Ibrahimovic. Prediksi yang akhirnya menjadi kenyataan, setidaknya hingga sekarang. Di awal musim, inkonsistensi sempat dialami oleh PSG. Dua kekalahan dari enam laga awal harus mereka alami. Berbeda dengan OGC Nice dan AS Monaco. Nice baru merasakan kekalahan di pekan ke 17. Di bawah Lucien Favre, pencapaian Nice tentu menjadi sensasi tersendiri. Kembalinya performa Balotelli menjadi imbas dari cemerlangnya performa Nice setelah si bengal terpuruk bersama Liverpool dan AC Milan.
Namun sejak pergantian tahun, Nice perlahan mengalami penurunan performa. Dan yang naik ke puncak klasemen adalah AS Monaco. Kembalinya ketajaman Radamel Falcao ditambah mulai bersinarnya performa wonderkid mereka, Kylian Mbappe Lottin membuat lini depan mereka menjadi salah satu yang terbaik di Eropa, hanya kalah dari FC Barcelona. Puncak klasemen dan kelolosan mereka ke babak delapan besar Liga Champions Eropa menjadi buah dari ketajaman lini depan mereka. Kredit khusus patut diberikan kepada Leonardo Jardim. Berkat tangan dinginnya, Monaco kini telah kembali ke habitatnya sebagai salah satu tim besar Eropa.
Sayangnya hingga kini, baru Nice dan Monaco yang bisa mengangkangi PSG. Sementara itu tim - tim besar lainnya seperti Lyon, Marseille, dan Saint Ettiene belum mampu berbuat banyak. Mereka masih tertatih di papan tengah dan belum bisa kembali ke papan atas untuk meramaikan persaingan. Belum lagi menghitung Lille dan Bordeaux yang memiliki sejarah panjang di persepakbolaan Prancis. Sementara di ajang Coupe de La Ligue, PSG nampaknya masih terlalu tangguh untuk AS Monaco. Kemenangan 1-4 atas Monaco di Stade Louis II membuat trofi piala liga belum beranjak dari Paris dalam tiga musim terakhir. Untuk ajang Coupe de France, persaingan masih amatlah terbuka. Klub elite macam PSG, Monaco, Lille dan Bordeaux masih bertahan dibarengi dengan beberapa tim kejutan seperti Avranches dan Frejus St. Raphael.
Dominasi Paris St. Germain dalam empat musim terakhir tentu membuat persepakbolaan di negeri yang identik dengan menara Eiffel tersebut menjadi monoton. Tapi, hal tersebut tak lagi terulang. Keputusan Ibra yang menolak perpanjangan kontrak yang diajukan manajemen PSG membawa berkah tersendiri. Ligue 1 kini kembali kompetitif dan persaingan kembali terbuka. Tak lagi ada dominasi mentereng dari sebuah tim saja. Kembali cemerlangnya AS Monaco dan kejutan yang disajikan oleh OGC Nice mewarnai perjalanan Ligue 1 sejauh ini. Masih ada tujuh pekan tersisa ( delapan pekan untuk PSG dan Monaco ) dan segala kemungkinan masih bisa terjadi.
Terlepas dari siapa juara Ligue 1 musim ini, setidaknya Liga Prancis sudah kembali menjadi tontonan menarik untuk para pencinta sepakbola. Toh, tak menjadi masalah jika PSG kembali merengkuh trofi Ligue 1. Tapi, hal terpentingnya adalah dominasi mereka sudah tak terlihat musim ini. Dan itulah yang menjadi nilai plus dari kompetisi tertinggi di Prancis tersebut di musim ini.

0 komentar:
Post a Comment