All Article You Need About Football , MotoGP And Formula One.

Grazie, Conte !


Hilang sudah beban yang selama ini menaungi pikiran Antonio Conte. Di pekan ke 36, akhirnya ia bisa bernafas lega usai timnya dipastikan menjadi juara Liga Inggris. Gol tunggal dari pemain yang jarang diturunkan olehnya, Michy Batshuayi menjadi penentu di laga itu. Gol pemain internasional Belgia itu memastikan The Blues menjadi juara Liga Inggris untuk kedua kalinya dalam tiga musim terakhir. Gelar yang juga mengembalikan The Blues ke habitatnya usai mengalami musim lalu yang mengecewakan dimana mereka hanya finis ke 10.

Ditunjuk sebagai manajer Chelsea usai gelaran Euro, eksepktasi besar jelas dialamatkan kepadanya untuk mendongkrak perfroma Chelsea setelah musim lalu yang begitu sulit untuk The Blues. Beberapa pemain pun didatangkan olehnya seperti N'Golo Kante, Marcos Alonso dan Michy Batshuayi. Belum lagi deretan pemain yang 'dipulangkan' ke Stamford Bridge seperti Victor Moses, David Luiz dan Nathan Ake. Dengan tamabahan skuat seperti itu plus sudah memiliki pemain top macam Diego Costa, Fabregas, Eden Hazard dan Pedro Rodriguez, kembalinya Chelsea ke papan atas nampaknya hanya tinggal menunggu waktu.

Namun, perkiraannya ternyata di luar dugaan Conte. Usai menang di tiga laga pertama, The Blues sempat tersendat di bulan September kala tertahan oleh Swansea dan dilanjutkan dengan kekalahan kandang atas Liverpool. Puncaknya tentu saja kekalahan telak 3-0 dalam derby London melawan Arsenal di Emirates. Sebuah tamparan keras bagi Conte. Kekalahan yang juga menjadi sinyal jika ia harus berubah dan menemukan solusinya. Formasi 4-1-4-1 yang ia pakai sejak awal musim pun ia tinggalkan. Skema 3-4-3 akhirnya ia pilih dengan alasan para pemainnya memenuhi kriteria skema tersebut.

Dan siapa sangka jika perubahan skema yang ia terapkan membawa tuah tersendiri untuk The Blues. Solid di belakang dan tajam di depan membuat mereka menjelma menjadi tim yang sulit dikalahkan. Bahkan tim sekelas MU pun harus pulang dengan kepala tertunduk usai takluk 4-0 di Stamford Bridge. Dengan skema tersebut pula ia dapat memaksimalkan kemampuan para pemainnya. Marcos Alonso dan Victor Moses menjadi andalan di posisi wingback kanan dan kiri. Mobilitas tinggi keduanya menjadi kunci dari skema tiga bek ala Conte.

Bersinarnya kembali seorang Hazard, Costa dan Pedro juga karena skema tiga bek ini. Ketiganya tak perlu lagi memikirkan pertahanan karena sudah ada tujuh pemain di area belakang. Keseimbangan benar - benar tercipta setelah Conte beralih ke skema ini. Skema yang juga membuat Chelsea tampil begitu konsisten. Dengan skema ini, Conte berhasil membawa Chelsea meraih 25 kemenangan, dua kali seri dan tiga kali kalah. Meski sempat tertekan oleh konsistensi Spurs, gelar juara akhirnya berhasil diraih oleh Chelsea usai sang rival terpelset di pekan ke 35.

Dan akhirnya datanglah juga saat dimana Chelsea berhasil memastikan gelarnya musim ini. Kemenangan atas WBA membuat jarak mereka dengan Spurs menjadi 10 angka, tak mungkin lagi terkejar oleh Spurs dengan tiga laga sisa. Musim pertamanya di Inggris berhasil dilaluinya dengan mempersembahkan gelar Liga Inggris untuk tim asal London Barat tersebut. Masih ada satu final lagi, yakni final FA Cup yang akan mempertemukan anak asuhnya dengan Arsenal, tim yang membuat mereka beralih ke skema tiga bek di musim ini.

Raihan double winners jelas akan terasa spesial mengingat ini adalah musim debutnya di Inggris. Namun, tantangan sesungguhnya akan ia hadapi musim depan. Jadwal padat karena tampil di kompetisi Eropa jelas menjadi salah satunya. Ia harus dengan cermat merekrut pemain yang tepat untuk memperdalam skuatnya menghadapi musim depan. Selain itu, skema tiga bek miliknya juga nampaknya tak akan segarang musim ini, Tim lain tentu sudah tahu apa kelemahan dari skema andalan Conte tersebut. Taktik alternatif menjadi solusi bagi Conte untuk mengantisipasinya dan juga untuk skema cadangan jika beberapa pemain intinya terpaksa absen.

Ia dan anak asuhnya kini bisa bersuka cita atas keberhasilan timnya menjadi juara Premier League. Namun, janganlah terlalu lama. Masih ada final FA Cup akhir Mei nanti. Mulai memikirkan musim depan juga adalah hal yang bisa dilakukan oleh Conte. Kini fans Chelsea bisa tersenyum lebar karena sang manajer berhasil mempersembahkan trofi Liga di musim debutnya. Good job, Conte !!
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment