Magis Seorang Allegri
Juventus kembali membuka lebar - lebar peluang treble setelah gagal meraihnya dua musim lalu. Di ajang Serie A, mereka kembali tak terbendung untuk meraih gelar scudettonya yang keenam secara beruntun. Sementara itu, Coppa Italia berhasil mereka raih usai menundukkan Lazio 2-0 di partai puncak. Dan sekarang, masih ada satu partai pamungkas. Tak lain adalah final Liga Champions melawan Real Madrid di Millenium Stadium, Cardiff 3 Juni mendatang. Di balik gemilangnya performa Juve dalam tiga tahun terakhir, nama Allegri memang tak bisa dipisahkan.
Ditunjuk dengan penuh cemoohan oleh Juventini, di awal masa kepelatihannya, di bawah tangan dinginnya, Juve dibawa terbang tinggi di kancah eropa. Memang dasar permainan Juve sekarang terbentuk oleh fondasi yang dibangun oleh Antonio Conte. Namun di bawah Allegri, fondasi tersebut disempurnakan dengan begitu sempurna hingga Juve kini bisa berbicara banyak di ajang Liga Champions, sesuatu yang belum sempat dilakukan oleh Conte semasa menangani Bianconeri.
Berbagai variasi pun sudah diterapkan oleh Allegri. Diantaranya adalah memakai skema 4-2-3-1, skema yang cukup jarang digunakan Conte. Walapun skema tiga bek masih menjadi andalan Juve beberapa musim terakhir, inovasi Allegri dalam hal taktikal menunjukkan jika Juve mampu menyesuaikan taktik yang tepat sesuai kebutuhan. Selain itu, beberapa kali juga Allegri bereksperimen. Misalnya menempatkan Dani Alves sebagai winger dan Barzagli sebagai fullback melawan AS Monaco lalu.
Dampak dari inovasi Allegri berbuah manis. Barcelona, yang mengalahkan timnya di final Liga Champions dua musim lalu berhasil ia singkirkan. Hebatnya lagi, dalam dua pertandingan kandang-tandang, tak sekalipun Buffon memungut bola dari gawangnya. Menempatkan Mario Mandzukic sebagai wide target man merupakan keputusan tepat mantan pelatih AC Milan tersebut untuk meredam seorang Leo Messi. Juve pun dibawanya melaju ke final keduanya dalam tiga musim terakhir. Dalam tiga tahun, Juventus dua kali memiliki kans treble winner. Pencapaian yang luar biasa tentunya.
Bersinarnya Juve tentu menjadi oase di tengah keringnya prestasi tim - tim Italia di kancah eropa. Dan berkat Allegri, Bianconeri kini sekali lagi memiliki kans untuk merasakan bagaimana rasanya meraih treble, sesuatu yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh segelintir tim, termasuk Inter Milan sebagai satu - satunya tim Italia peraih treble. Final Liga Champions pun sudah menanti 3 Juni nanti. Sebuah kesempatan lain untuk Allegri mempersembahakan treble winners.

0 komentar:
Post a Comment