All Article You Need About Football , MotoGP And Formula One.

Karena Barca Memang Tak Cukup Kuat


Barcelona harus puas mengakhiri kompetisi La Liga di peringkat dua. Memberikan tekanan hingga pekan terakhir, apa daya jika Madrid lah yang akhirnya keluar sebagai juara. Los Blancos unggul tiga angka atas Lionel Messi dkk. Inkonsistensi menjadi penyebab mengapa Barcelona gagal menjuarai La Liga. Tercatat, mereka empat kali kehilangan poin di Camp Nou. Seri melawan Malaga, Real Madrid dan Atletico Madrid. Sementara satu kekalahan mereka derita atas tm promosi, Deportivo Alaves. Di laga tandang pun tak jauh berbeda dimana mereka tercatat kalah atas Malaga ( lagi ) plus draw melawan Sociedad dan Villarreal. Akhir musim yang berujung kegagalan gelar nampaknya jadi konsekuensinya.

Masih mengandalkan trio MSN, Barca memang masih menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar. Namun jika ditilik lebih jauh, ada sedikit penurunan permainan terutama di sektor pertahanan. Kepergian Dani Alves ke Juve nampaknya berpengaruh signifikan terhadap pola pertahanan Azulgrana. Kedua sayap Barca kerap kali mudah tertembus oleh tim yang mengandalkan winger berkecepatan mumpuni. Sebut saja Madrid, Villarreal atau Malaga. Lini depan yang masih tetap tajam tak diimbangi dengan kokohnya lini belakang. Beberapa kali Luis Enrique mengubah skema dasarnya untuk menemukan solusinya.

Setali tiga uang, penurunan performa Barca juga berimbas di ajang Liga Champions. Memang mereka berhasil melakukan comeback bersejarah usai tertinggal empat gol di leg pertama. Namun secara garis besar, penampilan Barca memang bisa dibilang belum cukup baik. Puncaknya ketika melawan Juve, Luis Suarez dkk dipaksa bertekuk lutut 3-0 di Juventus Stadium di leg pertama. Berharap bisa mengulangi comeback fantastisnya melawan PSG, apa daya jika lini depan Barca dibuat tumpul oleh kokohnya lini belakang Bianconeri di leg kedua. Ketumpulan lini depan yang berujung terdepaknya mereka dari ajang Liga Champions.


Sepenuhnya fokus ke ajang La Liga setelah tersingkir dari Liga Champions seharusnya membuat Barca bisa memanfaatkan peluang dengan lebih baik. Terlebih sang rival, Real Madrid masih berjibaku mempertahankan gelarnya di Liga Champions. Kemenangan di El Clasico diharapkan menjadi titik balik untuk anak asuh Luis Enrique. Namun, Madrid yang masih memiliki satu pertandingan sisa berhasil menyapu bersih semua laga. Gelar La Liga akhirnya terlepas dari genggaman Barca setelah dua musim bermukim di Camp Nou. Praktis, peluang mereka hanya tinggal Copa Del Rey. Lawan mereka pun tak begitu sulit, 'hanya' Deportivo Alaves.

Trofi Copa bisa jadi cara terbaik mereka di laga terakhir Luis Enrique. Pekan depan merekaakan mengumumkan nama pelatih baru pengganti Enrique. Sampaoli, yang tadinya disebut calon terkuat justru dikabarkan tengah merapat ke kursi kepelatihan timnas Argentina. Nama pengganti Enrique pun masih tanda tanya. Siapapun penggantinya, tentu diharapkan bisa membuat Barca kembali ke tempatnya di musim depan. Tak lupa juga soal pembenahan di lini belakang.

Barca memang tak cukup bagus untuk mengulang sukses treble dua musim lalu. Di musim depan dengan pelatih anyar, tentu asa tersebut akan coba kembli dibangun oleh Andres Iniesta dkk.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment