All Article You Need About Football , MotoGP And Formula One.

Arsenal Mungkin Butuh Finis Di Luar Empat Besar


Arsenal untuk pertama kalinya dalam 21 tahun terakhir tak akan berkiprah di Liga Champions. Tak ada keajaiban yang datang untuk mereka di pekan terakhir. Setelah mampu menumbangkan Everton, tetap saja mereka gagal lolos karena di partai lain Liverpool dan Manchester City juga meraih kemenangan. Tak mengeherankan juga sebenarnya karena sepanjang musim penampilan mereka jauh dari kata memuaskan. Tak sekalipun The Gunners benar - benar mengancam Chelsea, sang kampiun musim ini kendati sempat mereka kalahkan 3-0 di Emirates.

Lembaran baru pun akan menanti mereka di musim depan. Liga Europa, yang masih asing untuk mereka, akan menjadi kompetisi eropa yang akan mereka ikuti. Sebuah konsekuensi dari kegagalan mereka menmbus Liga Champions. Europa League sendiri pernah menghadirkan Arsenal sebagai finalisnya. Namun sayang, The Gunners harus mengakui keunggulan Galatasaray 4-1 lewat drama adu penalti. Meski secara kasta berada di bawah Liga Champions, Arsenal bisa mengambil banyak pelajaran di kompetisi ini pada musim depan. Apa saja ?. Berikut ulasannya.

Meski kalah gengsi dari UCL, kenyataannya adalah Liga Europa lebih berat dari yang diperkirakan. Untuk tim yang berasal dari liga dengan koefisien UEFA rendah, mereka harus menjalani kualifikasi dari babak pertama. Sedangkan untuk tujuh liga top Eropa akan memulai kompetisi dari kulifikasi ketiga ( yang tak lolos langsung ). Beruntung karena Arsenal termasuk dari kategori tersebut. Selain itu, roda kompetisi Europa League juga lebih panjang dari Liga Champions. Ada 12 tim yang bertarung di fase grup, dengan delapan tim tambahan di babak 32 besar bagi mereka yang gagal lolos ke fase grup UCL dan menempati peringkat tiga.

Tentu hal ini akan sangat krusial. Jadwal pertandingan akan semakin padat. Inggris sendiri sudah mempunyai tiga kompetisi domestik. Jika ditambah dengan Europa League ?, sudah dipastikan badai cedera akan menjadi hal yang pertama terlintas. Selain itu, Europa League memainkan laganya pada Kamis malam ( sesuai namanya, 'Liga Malam Jum'at' ). Bukan sebuah jadwal yang menguntungkan, terutama bagi para tim yang sudah memiliki jadwal laga domestik di hari Sabtu. Artinya, hanya ada jeda istirahat satu hari penuh !. Memainkan dua laga dalam tiga hari jelas bukan perkara mudah, khusunya bagi mereka yang masih memiliki sederet ajang yang masih diikuti.

Meski perlahan UEFA telah mengubah jadwal lama tersebut ( terkadang Europa League digelar hari Rabu ), namun tetap saja jika keberuntungan tak berpihak pada Arsenal, jelas akan merugikan tim terutama dalam hal kebugaran pemain. Inilah yang mesti dihadapi oleh Wenger ( jika bertahan ) musim depan. Menggaet pemain untuk memperdalam skuat sangat krusial di bursa transfer musim panas nanti. Atau jika tak ingin mendapatkan kesulitan seperti yang disebutkan di atas, performa mereka di musim depan harus lebih baik lagi.

Empat besar, zona favorit mereka dalam beberapa musim terakhir wajib kembali mereka tempati. Atau jika mereka berani bermimpi, gelar juara bukanlah hal yang mustahil meskipun agaknya 'mustahil'. Yah tau sendiri lah, mereka adalah Arsenal.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment