Mengenang Hayden, Sang Pemutus Dominasi The Doctor
Dunia balap berduka. MotoGP kembali harus kehilangan salah satu pembalap terbaiknya. Kemarin siang, Nicky Hayden menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami kritis selama dua hari akibat mengalami kecelakaan saat sedang bersepeda bersama teman - temannya di Cesena, Italia. Mengalami trauma di bagian otak cukup parah, nyawa Hayden akhirnya tak tertolong. Setelah kabar kematiannya menyebar, para olahragawan, tak hanya dari MotoGP, meyampaikan rasa belasungkawanya untuk The Kentucky Kid. Ia menjadi pembalap kelas MotoGP teranyar yang meregang nyawa setelah Marco Simoncelli pada 2011.
Hayden sendiri memulai debutnya pada 2003 setelah sebelumnya membalap di ajang AMA Superbike. Di musim pertamanya, ia langsung dipasangkan dengan rider terkuat saat itu, Valentino Rossi. Di musim pertamanya, ia berhasil mengoleksi satu podium, tepatnya di seri Phillip Island dimana di seri itu rekan setimnya, The Doctor tampil menggila setelah mendapat penalti 10 detik. Kebersamaanya dengan The Doctor hanya berlangsung semusim saja. Ketegangan antara Rossi dan petinggi Honda membuat The Doctor akhirnya angkat kaki dan pindah ke Yamaha. Hayden pun kehilangan rekan setim sekaligus mentornya.
Setelah menjalani musim yang relatif datar di musim 2004 dan 2005, Hayden menunjukkan potensi sesungguhnya di musim 2006. Ia tampil begitu konsisten sepanjang musim. Dua kemenangan berhasil ia raih, masing - masing di Laguna Seca dan Assen. Namun, ia harus kehilangan posisi puncak di seri Portugal, satu seri sebelum balapan pamungkas. Hayden tak bisa menambah poin lantaran terjatuh akibat kesalahan rekan setimnya, Dani Pedrosa. Rossi pun akhirnya mengambil pucuk pimpinan dengan keunggulan delapan angka. Kans juara pun seakan sirna untuk Hayden.
Di seri pamungkas, kans Hayden semakin menipis. Ia hanya mampu menempati grid kelima di kualifikasi, sedangkan The Doctor justru tampil prima dengan merebut pole. Tapi, takdir Tuhan berkata lain. Rossi, yang mungkin saja berada dalam tekanan, mengalami crash di lap kelima. Meski mampu melanjutkan balap, kans Rossi nampaknya sirna saat itu juga. Sementara Hayden hanya butuh finis kedelapan untuk menjadi juara dunia. Harapan yang akhirnya terwujud karena Hayden justru berhasil finis ketiga, dibelakang Troy Bayliss dan Loris Capirossi. The Doctor, yang dominan di lima musim sebelumnya harus rela kehilangan mahkotanya.
Hayden pun keluar sebagai juara dunia. Ia tercatat menjadi pembalap Amerika terakhir yang menjadi juara dunia kelas MotoGP. Setelah juara dunia, performa Hayden perlahan menurun. Semusim setelah menjadi juara dunia, ia hanya mampu finis ketujuh di klasemen akhir. Begitulah seterusnya hingga akhirnya ia memutuskan kembali ke Superbike pada akhir musim 2015 lalu. Di Superbike sendiri, catatan Hayden tak terlalu bagus. Ia kalah bersaing dengan pembalap berpengalaman di Superbike seperti Tom Sykes, Jonathan Rea, dan Marco Melandri.
Hingga akhirnya pada Senin dinihari kemarin, Hayden akhirnya menembuskan nafas terakhirnya. Tabrakan yang dialaminya saat bersepeda membuat dunia balap sekali lagi berduka. Nomor 69 yang identik dengannya kini hanya bisa dikenang. Secara keseluruhan, karir Hayden tidaklah bagus - bagus amat. Namun, ia akan selamanya dikenang karena dirinyalah yang berhasil memutus dominasi Rossi sebelas tahun lalu.
Selamat jalan, Nicky !!


0 komentar:
Post a Comment