Menanti Kejutan Lain Dari The Doctor
Jika ada satu nama yang menjadi perbincangan hangat di MotoGP musim ini, maka nama Valentino Rossi pastilah salah satunya. Bagaimana tidak. Tak ada satupun pihak yang mengunggulkan Vale jelang musim ini bergulir. Hasil minor di tes pramusim menjadi penyebabnya. Tertatihnya The Doctor di tes pramusim justru berbanding terbalik dengan rekan setim barunya, Maverick Vinales yang sukses mencari perhatian dengan mendominasi tes pramusim. Dominasi yang akhirnya berlanjut dengan dua kemenangan di dua seri pembuka musim ini, di Qatar dan Argentina.
Namun, crashnya Vinales membuatnya harus rela tergusur dari singgasana puncak klasemen. Tanpa diduga, rider yang menggusur posisinya di tabel klasemen tak lain adalah rekan setimnya yang terus mengalami kesulitan di sepanjang tes pramusim, Valentino Rossi. Ya, sejauh ini performa Rossi di sesi - sesi latihan memang belum terlalu membaik. Namun, seperti yang sudah - sudah jika Valentino yang sesungguhnya akan muncul saat race. Sebuah pernyataan yang setidaknya sudah terbukti di tiga race terakhir.
Memang sejauh ini belum ada satupun kemenangan yang berhasil direngkuh oleh The Doctor. Namun, dua kali podium kedua dan satu kali podium ketiga sudah cukup untuk mengantarkannya ke puncak klasemen. Rossi juga menjadi satu - satunya rider yang selalu naik podium di tiga race awal. Berbeda dengan Vinales dan Marquez yang sudah satu kali mencatatkan DNF. Konsistensi yang sekali lagi ditunjukkan oleh sang living legend.
Dirinya memang tak secepat Marquez dan Vinales. Terlalu sulit memang untuk bersaing dengan dua pembalap muda yang diprediksi akan menjadi rider top di masa depan. Usia yang sudah hampir kepala empat memang tak bisa berbohong. Keganasannya di tikungan sudah tak se-gila seperti saat dirinya masih berumur di kisaran 20-an. Terlepas dari kemampuan fisiknya yang menurun, selalu menginjakkan kaki di podium sudah menunjukkan jika rider yang satu ini belum habis.
Finis ketiga di Qatar setelah mengalami periode sulit, lalu dilanjutkan dengan finis kedua di Argentina usai memenangi duel dengan Cal Cruthlow dan diakhiri dengan podium dua di Austin kendati sempat mendapat penalti dari Race Direction usai insidennya dengan Johann Zarco. Tiga podium di atas barulah segelintir kisah dari musim MotoGP yang bahkan belum berjalan seperempatnya. Masih banyak potensi kejutan yang bisa dihadirkan dari sang legenda hidup MotoGP yang satu ini.
Seri Jerez akhir pekan nanti akan menjadi arena pertarungan tiga rider teratas. Selain Rossi, nama Vinales dan Marquez hampir pasti masuk dalam persaingan. Rossi adalah pemenang musim lalu. Jangan lupakan juga jika Rossi sudah menginjakkan kakinya di podium tertinggi Jerez sebanyak sembilan kali, tujuh diantaranya di kelas primer. Jikapun tak juara, podium sudah cukup untuk membuatnya tetap dalam persaingan menuju gelar juara dunia. Gelar ke 10 yang sangat diidam - idamkan oleh Vale.
Konsistensi adalah kuncinya dan The Doctor sudah membuktikannya di tiga balapan awal. Di Jerez Rossi tentu memiliki kans cukup besar untuk memenangi race. Terlepas dari apapun hasil yang diraihnya, Rossi selalu bisa memberikan hiburan untuk para penggemar MotoGP. Tak ayal jika ia disebut sebagai entertainer MotoGP.
Bisakah kau merebut kemenangan pertamamu, Vale ?

0 komentar:
Post a Comment