Sempat mendapatkan kritikan di awal musim, lambat laun pemain yang dijuluki El Pipita ini membuktikan ketajamnnya di depan gawang lawan. Dengan dua golnya ke gawang Monaco, Higuain kini telah mengemas 30 gol untuk Juventus di semua ajang. Publik tentu masih mengingat bagaimana saga transfer mantan pemain Napoli tersebut yang begitu berbelit - belit. Sempat dikabarkan berseteru dengan sang presiden Napoli, Aurelio De Laurentis, Juve pun bergerak cepat untuk menggaet sang striker Argentina tersebut.
Juve yang kala itu membutuhkan seorang striker setelah Alvaro Morata pulang ke Madrid akhirnya berhasil menebus klausul buy out Higuain dengan mahar 94 juta Euro. Bukan sebuah nilai yang kecil tentunya. Namun sepadan mengingat yang mereka rekrut adalah sang top skor Serie A musim lalu. Higuain pun kini menyandang predikat sebagai pemain termahal Serie A, mengalahkan para pemain tenar di awal dekade 2000-an seperti Hernan Crespo ataupun sang kiper veteran Juventus, Gianluigi Buffon.
Ekspektasi yang begitu tinggi pun dialamatkan kepadanya menjelang bergulirnya musim ini. Namun, fase awal musim ini tak berjalan sesuai harapan bagi Higuain. Pulang dari Amerika setelah gagal menjadi juara Copa America, kedatangan Higuain ke Juventus Stadium justru tak lepas dari kritikan. Berat badannya yang kegemukan dinilai menjadi faktor mengapa Higuain mendapatkan kritikan pedas. Namun, tak butuh waktu lama bagi mantan pemain Napoli tersebut untuk unjuk gigi. Di laga pertamanya, ia langsung mencetak gol dalam kemenangan 2-1 Juventus atas Fiorentina.
Dan setelahnya, hanya ada gol demi gol yang lahir dari pemain berusia 29 tahun tersebut. Ada 23 gol yang ia torehkan sejauh ini di ajang Serie A, hanya terpaut dua gol dari bomber muda Torino Andrea Belotti. Sementara koleksi Higuain di Liga Champions kini sudah berjumlah lima gol. Dua gol sisanya ia cetak di Coppa Italia saat menyingkirkan mantan timnya, Napoli di babak semifinal. Di laga itu pula ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap De Laurentis dan para fans Napoli yang menurutnya tak tahu berterima kasih.
Selebrasi kontroversial pun ia tunjukkan sebagai bentuk kekecewaan, yakni dengan menunjuk kursi VIP di tribun San Paolo, tempat dimana biasanya De Laurentis duduk menyaksikan pertandingan.
***
Melejitnya Juventus musim ini memang tak terlepas dari produktifitas Higuain. Duetnya dengan Paolo Dybala menjadi momok yang menakutkan bagi tim manapun. Sederet gelar bergengsi pun telah menanti. Hanya perlu menunggu waktu bagi Juve untuk meraih Scudetto keenamnya secara beruntun. Coppa Italia pun juga sudah menanti di akhir bulan dengan Lazio yang akan menjadi lawan. Di ajang eropa, satu kaki sudah berhasil Juve jejakkan di Cardiff, tempat dimana final akan berlangsung awal Juni nanti. Keputusan Higuain untuk menerima pinangan Juve pun sejauh ini terbukti tepat jika menilik produktifitasnya yang tak menurun.
Sebuah keberuntungan tersendiri tentunya bagi Juve bisa menggaet striker haus gol seperti Higuain. Good job, Pipita !


0 komentar:
Post a Comment