All Article You Need About Football , MotoGP And Formula One.

Juventus Dan Kedigdayaannya


Dominasi Juventus di Serie A tampaknya masih akan berlanjut pada musim ini. Kemenangan terakhir atas Empoli dengan skor akhir 2-0 membuat Juve kini berjarak 10 poin dari AS Roma ( baru bermain 25 kali ) di posisi dua. Jarak yang teramat lebar tentunya jika menilik pertandingan Serie A yang 'hanya' menyisakan 12 pekan lagi. Dengan kedalaman skuat mumpuni plus begitu konsistennya permainan mereka membuat mereka sekali lagi diunggulkan akan meraih Scudetto di akhir musim. Memang mereka masih berrmain di kompetisi Eropa, namun jika menilik kedalaman skuat nampaknya hal tersebut bukanlah masalah untuk Juve. Apalagi kedua rivalnya yakni AS Roma dan Napoli juga masih berkutata dengan kompetisi Eropa. Dua tim asal Milan yakni AC Milan dan Inter Milan juga terlihat masih tertatih, bahkan hanya untuk sekedar memperebutkan tiket lolos ke kompetisi Eropa.

Semua bermula ketika manajemen Juve memutuskan untuk merekrut Antonio Conte di musim 2011/2012. Di musim tersebut, Juve dibawanya meraih Scudetto untuk pertama kalinya sejak skandal Calciopolli pada 2006. Lebih spesial lagi karena Juventus keluar sebagai juara tanpa terkalahkan sepanjang musim. Catatan tersebut terus berlanjut hingga 2013/2014. Di musim tersebut, Juve bahkan berhasil mencetak rekor poin Serie A dengan meraup 102 poin di akhir musim. Namun, di akhir musim itu jugalah Antonio Conte memutuskan untuk angkat kaki dari Juventus Stadium karena merasa manajemen Juve terlalu enggan untuk menggolontorkan dana untuk memperkuat tim dikarenakan Juventus juga harus bertanding di ajang Liga Champions. Sebagai catatan, di musim tersebut Juve harus rela tersingkir di fase grup setelah kalah bersaing dengan Real Madrid dan Galatasaray. Setelah Conte pergi, manajemen Juve memutuskan untuk menunjuk Massimiliano Allegri. Penunjukan Allegri sendiri sempat mendapatkan protes keras dari sebagian suporter Juventus karena Allegri dinilai tak memiliki kualitas sebagus Antonio Conte. Namun Allegri berhasil mematahkan prediksi tersebut di akhir musim. Juventus tetap begitu digdaya di ajang Serie A dan juga berhasil merengkuh trofi Coppa Italia di akhir musim setelah menundukkan Lazio 2-1 di Olimpico. Puncaknya, Juve dibawanya berprestasi di ajang Liga Champions, sesuatu yang belum bisa dihadirkan oleh Conte di dua musim sebelumnya. Namun, impian untuk meraih treble winners harus kandas setelah mereka takluk oleh favorit juara, FC Barcelona dengan skor akhir 3-1.

Di musim lalu dominasi Juventus di ajang Serie A masih sulit untuk ditandingi oleh tim - tim lain di Serie A. Di ajang Liga Champions prestasi mereka menurun karena harus tersisih di babak 16 besar setelah disingkirkan Bayern Munchen dengan agregat 6-4. Namun mereka masih mampu meraih double winners setelah menaklukan AC Milan di final Coppa Italia. Di musim ini sendiri mereka sempat diragukan oleh banyak pihak karena harus ditinggal gelandang terbaiknya yakni Paul Pogba yang memutuskan untuk 'pulang kampung' ke Manchester United. Pogba hijrah dengan mahar sebesar 109 juta Euro yang mana menjadi rekor transfer dunia mengalahkan Gareth Bale saat hijrah ke Real Madrid. Dana segar dari penjualan Pogba tak disia-siakan oleh manajemen Juventus. Marko Pjaca, Daniel Alves dan juga Mehdi Benatia jadi beberapa nama yang didatangkan oleh manajemen Juve. Puncaknya tentu saat Juve mendatangkan Gonzalo Higuain dengan mahar sebesar 94 juta Euro. Namun harga tersebut tampaknya sepadan jika menilik performa Higuain yang begitu cemerlang sejauh ini dengan menjadi top skor sementara Serie A bersama dengan Edin Dzeko.

Kepergian Poga tampak sudah tak perlu disesali oleh Juve, toh karena Pogba sendiri yang memutuskan pindah ke Manchester United. Sejauh ini mereka masih bertahan di tiga kompetisi utama. Mereka memuncaki klasemen Serie A. Di ajang Coppa Italia, mereka sudah menjejak semifinal dan akan berhadapan dengan Napoli. Sementara di ajang Liga Champions, satu kaki mereka sudah menjejak perempat final berkat kemenangan 2-0 saat bertamu ke Estadio Do Dragao, markas FC Porto. Untuk ajang yang satu ini peluang juara mereka bisa dibilang tak terlalu besar karena tim - tim kuat masih bertahan seperti Real Madrid, Bayern Munchen, PSG dan juga Barcelona ( walaupun Barca butuh keajaiban ). Sementara di ajang domestik, tampaknya hegemoni mereka masih sulit untuk disaingi. Sudah lima musim beruntun mereka menjadi kampiun Serie A dan tampaknya masih akan berlanjut musim ini. Jika tim - tim lain tak berbenah untuk memperkuat skuat mereka, bukan tak mungkin jika nantinya dominasi Juventus akan bertahan hingga beberapa musim kedepan.

Thanks For Reading....
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment