All Article You Need About Football , MotoGP And Formula One.

Manchester United Dan Secercah Harapan


Manchester United keluar sebagai juara EFL Cup usai menundukkan Southampton 3-2 di Wembley Stadium semalam. Ibrahimovic jadi aktor sentral dengan mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya didonasikan oleh Jesse Lingard. Di kubu Soton, mantan pemain Napoli Manolo Gabbiadini jadi bintang dengan sumbangan dua gol, namun tak cukup untuk membawa Soton merengkuh gelar EFL Cup. Gelar ini sendiri adalah gelar kedua untuk MU setelah trofi Community Shield di awal musim setelah mengandaskan Leicester City 2-1.

Gelar ini tentu saja membawa angin segar untuk Manchester United, dimana saat ini mereka masih bertahan di tiga kompetisi yakni Premier League, Europa League dan FA Cup. Raihan quadruple tentu akan menjadi pencapaian spesial MU sepeninggal dinasti Sir Alex Ferguson. Namun, apakah mereka akan meraihnya musim ini ? Jawabannya : Tidak. Di ajang Premier League mereka sudah tertinggal sangat jauh dengan selisih 15 poin dari sang pemuncak klasemen Chelsea. Di ajang Europa League, mereka sudah menjejakkan kaki di babak 16 besar setelah menyingkirkan Saint Ettiene dengan agregat 4-0 dan akan menghadapi klub Rusia, Rostov di babak 16 besar nanti. Di ajang FA Cup, mereka akan menghadapi Chelsea di perempat final dalam pertandingan yang akan di gelar di Stamford Bridge pertengahan Maret nanti.

Sempat inkonsisten di awal musim, perlahan MU mulai menunjukkan stabilitas performa selepas mereka kalah telak dari Chelsea dengan skor 4-0. Catatan 17 laga tak terkalahkan di ajang Premier League jadi bukti sahih konsistensi performa MU yang motori oleh dua pemain bintangnya yakni Paul Pogba dan Zlatan Ibrahimovic. Pogba 'pulang' ke Old Trafford dengan mahar sebesar 109 juta Euro yang menjadikannya pemain termahal dunia. Performanya di awal musim sempat dikritik oleh banyak pihak dan tak sedikit juga yang menganggap jika Pogba terbebani dengan nilai transfernya, selain juga karena saga transfer yang berbeli - belit. Namun, seiring berjalannya musim, Pogba menunjukkan bahwa dirinya adalah salah satu gelandang terbaik eropa seiring dengan membaiknya performa klub. Untuk Ibra, dirinya seolah membuktikan jika usia hanyalah angka semata. Hal tersebut bukanlah isapan jempol belaka jika menilik performa Ibra yang hingga kini sudah mencetak 26 gol untuk Manchester United ( 16 diantaranya di ajang Premier League ).

Banyak pihak yang meragukan Jose Mourinho saat ditunjuk manajemen untuk menggantikan Louis Van Gaal yang dipecat hanya beberapa hari setelah MU memenangi FA Cup musim lalu. Banyak menggolontorkan uang, performa MU masih jauh dari kata memuaskan di awal musim. Tunduk 1-2 atas Manchester City di derby, 1-3 melawan Watford adalah beberapa catatan negatif MU di awal musim. Puncaknya tentu saja adalah saat MU takluk dengan skor telak 4-0 atas Chelsea di Stamford Bridge. Namun setelahnya mereka bangkit dan agaknya Jose Mourinho sudah memilki racikan skuat yang pas untuk timnya. Henrikh Mkhitaryan yang sempat menjadi penghangat bangku cadangan kini sudah mulai bermain reguler. Kembalinya performa Mkhitaryan tentu jadi angin segar untuk Mourinho karena dia kini punya stok pemain yang melimpah untuk mengisi lini tengah MU. Ada Carrick, Pogba, Herrera, Schweinsteiger, maupun Juan Mata yang bisa dipakai sesuai kebutuhan taktikal.

Namun dengan kedalaman skuat yang begitu bagus, tampaknya raihan quadruple masih terlalu sulit untuk mereka musim ini ( terutama di ajang Premier League ). Gelar Europa League dan FA Cup mungkin realistis untuk mereka. Europa League jadi ajang yang harus menjadi fokus utama di sisa musim kompetisi. Mengapa ? Karena saat ini mereka masih tertahan di peringkat enam di Liga Primer dan masih harus berjibaku melawan City, Arsenal. Spurs dan Liverpool untuk bisa lolos ke Liga Champions. Jika nantinya tak bisa bisa menembus empat besar, gelar Europa League akan menjadi tiket mereka untuk lolos ke kompetisi antar benua biru tersebut. Bisa dibilang jika mereka 'telat panas' merujuk pada konsistensi mereka yang baru terlihat selepas pekan ke sepuluh. Jika saja mereka konsisten sejak awal musim, bukan tak mungkin mereka saat ini dalam posisi yang lebih baik.

Gelar juara EFL Cup menandai jika Manchester United lambat laun kembali ke habitatnya. Musim ini masih terlalu dini untuk mereka bersaing di papan atas Premier League. Namun musim depan adalah waktu yang tepat bagi MU untuk merebut kembali singgasana mereka di ajang Liga Premier Inggris. Harapan muncul tentunya dari fans Manchester United yang ingin melihat tim kesayangannya kembali meraih kejayaannya bersama Sir Alex. Publik tentu akan sangat menantikan kiprah MU musim depan bersama Jose Mourinho. Bahkan, bukan tak mungkin jika mereka nantinya bisa berbicara banyak di kompetisi Eropa ( dan semoga saja ajang yang dimaksud adalah Liga Champions ). Sudah lama para fans MU menantikan gelar bergensi hadir kembali ke Old Trafford. Menarik untuk ditunggu bagaimana kiprah MU di sisa musim dan juga musim depan. Sekarang, para fans MU bisa tersenyum lebar, bukan karena gelar EFL Cup, namun karena sekarang mereka tahu jika mereka bisa menitipkan harapan mereka kepada para pemain kesayangan mereka. Prospek cerah terlihat dari Old Trafford, dan semoga para fans MU tak lagi merasakan kekecewaan untuk kesekian kalinya. Karena disanalah tersandang predikat 'Theatre Of  Dreams', tempat bagi mereka untuk menitipkan harapan, harapan agar MU bisa terus berprestasi. Glory Manchester United.

Thanks for reading....
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment