All Article You Need About Football , MotoGP And Formula One.

Menerka Peta Persaingan MotoGP 2017


Deru mesin MotoGP sebentar lagi akan terdengar di akhir bulan dengan Qatar kembali mendapat kehormatan untuk menggelar race pembuka pada 26 Maret nanti. Sejauh ini sudah ada dua tes resmi pramusim yakni di Sepang dan Phillip Island. Hasil tersebut niscaya bisa jadi acuan untuk persaingan MotoGP di musim ini. Para pembalap yang pindah ke tim baru juga mendapat kesannya masing - masing. Ada yang positif dan ada juga yang negatif. Mereka yang menjadi sorotan utama diantaranya adalah Maverick Vinales, Jorge Lorenzo dan juga Andrea Iannone yang musim ini merasakan atmosfer baru bersama tim baru mereka. Tak ketinggalan juga nama - nama lama seperti Valentino Rossi, Marq Marquez, Dani Pedrosa dan juga Andrea Dovizioso. Lantas bagaimana peluang mereka di 2017 nanti ? Berikut ulasannya.

Fokus utama tentunya mengarah ke Jorge Lorenzo yang musim ini memutuskan untuk pindah ke Ducati setelah sembilan tahun membela panji Yamaha. Namun, agaknya Lorenzo harus beradaptasi lebih lama lagi untuk bisa mengenal karakter sesungguhnya dari Desmosedici yang terkenal sulit ditaklukan. Hasil dari tes pramusim jadi cerminan betapa Lorenzo masih kesulitan dengan tunggangannya. Setelah tampil meyakinkan di tes off season di Valencia November lalu, dari dua tes pramusim yang sudah terlewati hasil terbaik yang diraihnya hanyalah menempati posisi delapan di hari terakhir tes Sepang Januari lalu. Di Phillip Island catatan terbaiknya adalah posisi kesembilan,tertinggal satu detik lebih dari rider tercepat yakni Maverick Vinales. Mengenai peluangnya di Qatar nanti, posisi lima besar tampaknya adalah hasil terbaik yang bisa diraihnya. Untuk musim ini sendiri kita mungkin harus menunggu setidaknya hingga paruh musim untuk melihat penampilan terbaik dari Lorenzo dengan catatan adaptasinya berjalan mulus.

Berbeda dengan Lorenzo, kompatriotnya yakni Maverick Vinales yang ditunjuk sebagai penggantinya justru tampil begitu impresif di tes pramusim. Dari tiga hari tes yang berlangsung di Sepang lalu, Vinales menjadi yang tercepat di dua hari terakhir. Sementara di Phillip Island justru lebih baik lagi dimana dia menyapu bersih dua hari tes yang berlangsung. Hasil tersebut seakan menjadi indikasi jika di musim ini peluangnya patut diperhitungkan untuk menjadi penantang serius dalam perebutan gelar MotoGP. Alasan terbesar adaptasi Vinales yang begitu cepat bisa jadi karena sebelumnya dia menunggangi motor Suzuki dimana motor ini dikenal memiliki karakter yang hampir sama dengan YZR-M1 milik Yamaha. Menarik untuk ditunggu penampilan Vinales di musim ini.

Bagaimana dengan Iannone? Pembalap yang pindah dari Ducati tersebut mencatatkan hasil yang meyakinkan dengan pencapaian terbaiknya yakni tempat kedua di tes Sepang hari kedua. Sejauh ini tampaknya adaptasi Iannone terhitung cepat dan tak mudah tentunya beradaptasi dengan motor dengan karakter berbeda dimana kita tahu jika Desmosedici memiliki karakter yang lebih liar, lain hal dengan Suzuki yang lebih mengandalkan handling saat menikung. Tentunya dengan segala potensi yang dimilikinya, Iannone bisa jadi rider pengganggu persaingan rider papan atas.

Juara dunia musim lalu yakni Marq Marquez mencatatkan hasil yang bisa dibilang 'pas-pasan' meskipun dia menjadi yang tercepat di hari pertama tes Sepang Januari lalu. Namun dirinya bersikukuh jika motornya masih harus dipoles lagi terutama dalam hal keseimbangan saat menikung dan juga soal ECU. Meski begitu, Marquez masih menjadi 'man to beat' untuk semua rider jika ingin mengambil tahkta tersebut dari tangan Marquez mengingat bisa dibilang Marquez tidak terlalu serius atau bisa dibilang menyembunyikan diri. Bahkan menurut Rossi, Marquez tetaplah unggulan teratas di musim ini dan balapan di Qatar nantilah adalah waktu dimana Marquez akan menampakkan dirinya.

Sementara runner up musim lalu yakni Valentino Rossi mendapatkan hasil yang kurang memuaskan di tes pramusim dimana raihan terbaiknya adalah posisi kedua di tes Sepang lalu. Di Phillip Island, posisi ketujuh adalah raihan terbaiknya, terpaut 0,8 detik dari rekan setimnya Maverick Vinales. Namun saat itu The Doctor menyatakan jika dirinya masih terkendala dengan ban. Bahkan pihak Yamaha menyebut jika Rossi mengalami kelelahan hebat selepas tes Australia. Bos Yamaha sendiri Massimo Meregali berujar bahwa Rossi sudah merasakan umurnya yang mulai menua. Tetapi Meregalli yakin jika Rossi masih jadi salah satu rider penantang gelar juara dunia meskipun The Doctor kini sudah berusia 38 tahun. Apakah The Doctor bisa meraih gelar ke 10 nya musim ini ? Pertanyaan yang hanya bisa dijawab oleh waktu tentunya.

Musim lalu kita sudah disuguhkan tontonan menarik dimana di akhir musim tercatat ada sembilan rider yang menjadi juara race. Agaknya keputusan Dorna dan FIM untuk menyeragamkan ECU berbuah positif, baik secara komersil maupun secara persaingan antar pembalap. Nah, di musim ini tentunya kita berharap jika peta persaingan nantinya akan lebih merata dibandingkan musim lalu. Banyak hal yang layak kita tunggu di musim ini mulai dari penampilan para rider dengan tim barunya hingga para rookie yang siap memberikan kejutan untuk rider papan atas. Nampaknya nama Marq Marquez masih akan menjadi unggulan teratas musim ini. Pesaingnya musim lalu Valentino Rossi tentunya tak akan tinggal diam dan akan berusaha sekuat mungkin untuk meraih gelar ke sepuluhnya musim ini. Ingat, Rossi yang kita kenal selama ini adalah pembalap yang tidak terlalu menonjol di tes pramusim namun begitu gahar saat race sesungguhnya berlangsung. Jangan lupakan juga nama Maverick Vinales dan juga Andrea Iannone yang siap mengganggu dominasi para rider papan atas. Khusus untuk Vinales, bisa jadi jika di musim ini dirinya akan langsung bersaing di baris depan mengingat penampilannya yang begitu impresif selama pre season test. Sementara untuk Lorenzo, agaknya sulit untuk dirinya bersaing di baris depan mengingat adaptasinya yang berjalan lambat. Jangan lupakan juga deretan nama - nama pembalap kaya pengalaman seperti Dovizioso, Pedrosa dan juga Cal Cruthlow yang siap mengambil kesempatan jika para pembalap papan atas lengah sedikit saja. Balapan Qatar nanti akan jadi panggung besar bagi mereka demi kehormatan dan juga nama besar. Siapa yang akan tersenyum lebar di akhir musim ? Tak satupun dari kita yang tahu dan perjalanan mereka akan dimulai 26 Maret nanti. Jadi sudah siapkah anda GP mania ?

Semoga artikel tersebut bermanfaat.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment