Dialah Frank James Lampard Junior atau publik lebih mengenalinya dengan nama Frank Lampard. Lampard selalu akan jadi pemain Chelsea. Hari itu, 21 September 2014, Manchester City menjamu Chelsea di Etihad Stadium dalam sebuah laga Premier League. Dan untuk pertama kalinya ia menghadapi Chelsea setelah pergi di musim panas sebelumnya. Masuk di menit 83, ia mencetak gol penyama kedudukan usai menerima umpan lambung dari David Silva. Sambil terjatuh. bola sepakannya memantul tanah sebelum mengecoh sang kiper Chelsea, Thibaut Courtois. Tak ada satupun fans Chelsea yang memaki atau bahkan mengutuknya. Yang ada justru standing ovation dan chant 'Super Frankie Lampard' yang menggema di Stadion Etihad kala itu. Fans Chelsea memakluminya karena itu semua semata Profesionalitas. Tak ada selebrasi, yang terlihat hanyalah wajah sedih yang terpampang.
"In a million years I wouldn't celebrate if I scored against Chelsea. I used to celebrate when I scored against West Ham but that was a different situation but against Chelsea? Never. I swear to GOD if I go to Bridge and they boo me for 90 mins and I score the winner I still wouldn't celebrate. I will always be a Chelsea man. This (Manchester City) is more of a stopover period," kata Lampard mengenai gol tersebut.Sekalipun menjadi penentu kemenangan, ia bersumpah tak akan melakukan selebrasi jika itu melawan Chelsea.
Gelandang Yang Super Produktif
Lampard bukanlah penyerang, ia adalah midfielder yang memiliki tugas utama sebagai pengatur ritme permainan. Maka 211 gol yang ia buat sepanjang periode 2001-2014 mengantarkannya sebagai top skorer sepanjang masa Chelsea, adalah catatan yang sedemikian luar biasa untuk ukuran seorang gelandang. Di musim 2009/2010 adalah musim tersubur Lampard sebagai pesepakbola dimana saat itu ia mencetak 28 gol, 24 diantaranya ia cetak di ajang Premier League. Hanya kalah dari rekan setimnya di Chelsea, Didier Drogba ( 31 gol ) dan striker Manchester United, Wayne Rooney (29 gol). Lampard juga lah yang menjadi penentu ketika ia mencetak sepasang gol saat menghadapi Bolton Wanderers di Reebok Stadium pada 2005. London Barat bergemuruh karena berkat Lampard, Chelsea kembali mengangkat trofi Premier League setelah penantian selama 50 tahun!
Bosan, adalah kata yang tidak mungkin hadir saat Lampard mencetak gol. Lihatlah bagaimana ia men-chip bola dengan posisi nyaris sejajar dengan gawang Victor Valdes, ataupun saat ia mencetak gol lewat set piece dari jarak 33 meter melawan Hull City pada 2013.
Tak usah ditanya lagi jika soal assist. Tak ada trofi Liga Champions 2011-12 jika tak ada trough pass darinya untuk Ramires di stadion Camp Nou pada fase semifinal yang berjalan sangat alot, dimana sang kapten John Terry harus menerima kartu merah karena melanggar Sergio Busquets. Di akhir musim sendiri berakhir manis untuk Chelsea dimana mereka menjadi kampiun usai menaklukan Bayern Munich dalam laga yang di helat di Allianz Arena ( markas Bayern Munich ) lewat adu penalti dengan skor 5-3. Sebagai catatan, Lampard adalah salah satu algojo penalti yang sukses menyarangkan bola ke gawang Manuel Neuer saat itu. Dua gol kemenangan yang dicetak Drogba di dua final piala FA juga tak lepas dari assistnya.
Bicara lagi soal gol, Lampard juga meraih penghargaan yang unik. Tahun 2016 lalu, Lampard di ganjar rekor dari Guiness World of Record sebagai ' pemain yang paling banyak membobol tim-tim lawan di Liga Inggris'. Sebagai catatan, Lampard telah mencetak gol ke 39 klub di Inggris!. Selain itu, Lampard juga memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak dari luar kotak penalti dengan 41 gol.
Profesionalisme Sebagai Teladan
Ada satu momen menarik saat laga melawan Manchester United di Old Trafford. Saat itu, Lampard berhasil mencuri bola dari Cristiano Ronaldo dan sesaat setelahnya Ronaldo merespons dengan melakukan tekel dari belakang dengan cepat. Namun bukannya mengenai bola, tekelnya justru mengenai kaki Lampard dan membuat Lampard terjatuh. Alih- alih marah, Lampard saat itu langsung bangkit seraya seolah berkata pada wasit "It's OK". Jika saat itu meringis kesakitan atau bahkan berguling - guling di lapangan, sang wasit bisa sajamemberikan kartu kuning kedua untuk sang pria Portugal. Namun, Lampard bukanlah seorang pengecut. Menjadi maestro lapangan hijau tak membuat Lampard jumawa. Dia tetap membumi, bahkan di luar dunia sepakbola. Kehidupan pribadinya jauh dari gosip miring. Dia hidup harmonis dengan sang istri, Christine Bleakley dan dikaruniai dua anak, yaitu Isla dan Luna.
Tak ada jalan pintas menjadi seorang pesepakbola hebat. Begitupun dengan Lampard. Dia bukanlah titisan dewa dengan kesaktian instan. Lampard mengajarkan bahwa menjadi pesepakbola hebat harus melalui proses berat dengan serangkaian kerja keras. Setelah latihan selesai, Lampard adalah satu-satunya pemain yang tersisa di Training Center Chelsea. Berlatih, berlatih dan berlatih adalah hal yang lumrah untuknya. Bahkan, dia sampai harus diusir oleh petugas untuk membuatnya pulang. "Setelah latiahan selesai, Lampard mengambil empat cones dan melakukan sprint. Dia contoh untuk anak-anak akademi", kata John Terry.
Juga Hanya Manusia Biasa
Lampard pun juga memiliki duka, layaknya manusia biasa. Pada 2008 misalnya, ketika sang ibu, Pat Lampard meninggal dunia. Sesaat setelah mencetak gol dari titik putih melawan Liverpool di semifinal Liga Champions, dia berlari ke ujung lapangan, melepas ban hitam, berlutut lalu menciumnya dengan penuh duka. Saking larutnya dalah kesedihan, Drogba dan Carvalho sampai harus membopongnya untuk melanjutkan pertandingan. Gol yang emosional dan amatlah sulit bagi Lampard untuk menyembunyikan kesedihan.
Selamanya Chelsea
13 tahun masa baktinya di Chelsea menyimpan banyak memori. Dari berakhirnya puasa gelar Premier League, hingga hadirnya trofi Liga Champions pertama ke Stamford Bridge. 13 trofi yang diraihnya memiliki kisa historinya masing-masing.
Tepat tanggal 2 Februari lalu, Frank Lampard resmi mengakhiri karirnya sebagai pesepakbola di usia 38 tahun. West Ham, Manchester City hingga New York City adalah berbagai tempat persinggahannya selama berkarir. Tapi, publik akan selamanya mengingat Frank Lampard sebagai living legend bagi klub Premier League asal London Barat, Chelsea. Banyak hal yang sudah diberikan Lampard untuk Chelsea. Mereka pun bisa membusungkan dada penuh kebanggaan dan menyebut Lampard sebagai pemain terbaik di dunia. Tak perlu Ballon D'or, ataupun gelar 'one man club'.
"This club becomes you. Once you've played for it, you're always welcomed back for the rest of your life, so you become Chelsea and it becomes you," kata Lampard.
Karena Lampard akan selamanya Chelsea.
Super..
Super Frank
Super..
Super Frank
Super..
Super Frank
Super Frankie Lampard!
Super Frank
Super..
Super Frank
Super..
Super Frank
Super Frankie Lampard!
* Sang penulis blog juga adalah Fans Chelsea
Thanks for reading


0 komentar:
Post a Comment