Arsenal vs Bayern Munich : The Gunners Dan Sepucuk Kemustahilan
Arsenal akan menghadapi ujian berat malam nanti. Mereka akan kedatangan tamu agung asal Jerman, Bayern Munich dalam lanjutan babak 16 besar Liga Champions leg kedua. Kekalahan telak 1-5 di leg pertama membuat mereka dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan di pertandingan ini, bahkan bisa dikatakan mustahil. Lain hal dengan Bayern Munich yang setelah winter break tampil begitu trengginas dengan mencetak 19 gol di lima pertandingan dan hanya kebobolan satu gol dalam periode tersebut. Sebuah mission impossible akan dilakoni Arsenal malam nanti. Sanggupkah mereka melakukannya ?. Berikut ulasannya.
Arsenal Dengan Segala Problemnya
Kekalahan dari Liverpool 1-3 dalam lanjutan Premier League membuat Arsenal berada dalam mentalitas yang buruk menjelang pertandingan nanti. Isu keretakan hubungan Alexis Sanchez dengan sang arsitek Arsene Wenger mewarnai laga tersebut. Dalam laga itu, secara mengejutkan Sanchez tak masuk starting line up dan baru masuk di babak kedua di menit 63. Menjadi tanda tanya besar tentunya mengingat Sanchez adalah andalan di lini depan The Gunners dengan donasi 17 gol di liga. Secara tak langsung, banyak media Inggris yang mengabarkan jika Sanchez sudah semakin dekat dengan pintu keluar Emirates Stadium. Wenger berdalih jika alasan dirinya mencadangkan Sanchez hanya semata karena alasan taktikal. Di laga itu, Wenger memasang Olivier Giroud sebagai ujung tombak dengan pendekatan melepaskan bola panjang ataupun crossing yang bisa dimanfaatkan oleh Giroud mengingat posturnya yang menjulang tinggi. Namun, ketika taktik tersebut sudah terbaca oleh Liverpool, sekali lagi kita ditunjukkan bagaimana minimnya variasi taktik yang dimiliki oleh Arsene Wenger. Mereka seolah kikuk tak tahu harus melakukan apa, utamanya di babak pertama. Di babak kedua, performa mereka mulai membaik dan sempat menghidupkan asa di awal babak kedua lewat kaki Danny Welbeck. Sepuluh menit berselang, Wenger akhirnya memasukkan Sanchez yang juga diiringi masuknya Walcott dua menit setelahnya. Hadirnya kedua pemain tersebut membuat dinamika menyerang Arsenal jauh lebih baik. Terhitung setelah masuknya Sanchez dan Walcott, Arsenal mendapatkan tiga peluang on goal. Namun, perubahan tersebut terbilang terlambat karena Liverpool sudah unggul 2-0 di babak pertama. Terus menekan hingga akhir laga, mereka kecolongan di akhir laga lewat skema counter attack apik yang diselesaikan oleh Wijnaldum untuk memastikan tiga poin. Kembali ke laga vs Munich, sudah semestinya mereka mengalami dilema. Jika menyerang all out, tentu akan menyisakkan lubang yang cukup besar di lini pertahanan. Jika memutuskan untuk menurunkan susunan pemain yang sama seperti pada pertandingan vs Liverpool, maka secara tak langsung Wenger sudah mengakui kekalahannya atas Carlo Ancelotti.
Bayern Yang Superior
Sempat tertatih sebelum winter break, Bayern kembali menemukan keganasannya di paruh kedua musim ini. Total ada 19 gol yang mereka cetak dari lima laga, termasuk saat menang super telak 8-0 atas Hamburg dan di saat yang sama hanya kebobolan satu gol. Robert Lewandowski menjadi yang tertajam dengan enam gol dari empat laga. Kemenangan besar atas Arsenal di leg pertama menjadi modal yang bisa dikatakan lebih dari cukup. Mereka tinggal tampil seperti biasanya di laga tersebut. Apalagi, Arsenal harus mengejar defisit empat gol. Bermain menyerang adalah pilihan terbaik untuk Arsenal. Dengan begitu, akan ada banyak ruang yang bisa dimanfaatkan oleh para pemain Bayern. Lewandowski, Thiago dan Arturo Vidal akan menjadi ancaman nyata untuk laga nanti. Belum termasuk para winger cepat Bayern yang sangat berbahaya seperti Robben, Ribery, Kingsley Coman dan juga Douglas Costa. Apalagi Bayern mendapat angin segar dengan kembalinya Thomas Mueller ke form terbaiknya setelah sempat meredup di paruh musim pertama. Kemenangan tentunya adalah target utama untuk anak asuh Carlo Ancelotti. Mereka bisa memanfaatkan celah yang ada jika Arsenal tampil all out.
Kesimpulan
Beban besar tentu ada di pundak Arsenal nantinya. Terlepas bagaimana cemerlangnya performa mereka, lawan yang mereka hadapi adalah salah satu favorit juara di kompetisi ini dengan segudang pengalaman. Sementara itu, Bayern 'hanya' tinggal memainkan gaya permainan yang biasa mereka terapkan karena sang lawan juga harus mengejar defisit empat gol. Lini pertahanan Bayern pun adalah yang terbaik di Bundesliga dimana mereka menjadi tim dengan angka kebobolan paling sedikit. Kemenangan juga akan menegaskan status mereka sebagai favorit juara di kompetisi tertinggi antar benua biru tersebut. Bicara soal jalannya laga, Arsenal diprediksi akan mencoba mengambil inisiatif serangan lebih dulu dimana 20 menit pertama akan sangat menentukan kelanjutan nasib mereka di Liga Champions musim ini. Jika tak waspada, terrutama di lini belakang, maka siap - siap saja mereka menjadi bulan - bulanan lini serang Bayern. Kemenangan bukanlah hal yang mustahil untuk Arsenal. Namun jika menilik kualitas sang lawan, skor 1-0 adalah hasil terbaik yang bisa mereka raih. Tapi, siapa sangka jika nantinya Wenger dan anak asuhnya bisa menciptakan keajaiban mereka sendiri. Pertanyannya adalah : ' Mampukah kau meraih sepucuk kemustahilan itu, Wenger ?'. Semoga artikel tersebut bermanfaat.

0 komentar:
Post a Comment