Pokok permasalahan mereka adalah buruknya akselerasi dari RC213V. Marquez yang sempat memakai ban Hard jelang lomba. Pemakainan ban hard oleh Marquez sangatlah masuk akal. Untuk mengatasi problem akselerasi di motornya, satu - satunya cara bagi Marquez untuk tetap bisa bersaing di baris depan adalah dengan metode pengereman hard breaking dan ban hard adalah opsi terbaik mengingat ketahanannya. Namun apa daya jika rencana Marquez tersebut kalah oleh kehendak alam. Gerimis turun beberapa menit sebelum race dimulai. Alhasil, suhu lintasan turun drastis dan diiringi dengan kelembaban yang meningkat.
Sesaat sebelum race dimulai ( setelah ditunda ), salah satu kru Michellin menghampiri Marquez seraya berkata jika dirinya adalah satu - satunya yang menggunakan ban Hard dan resiko harus dihadapi Marquez. Ban Hard tentunya sangat tidak cocok dengan suhu lintasan yang dingin. Akhirnya, Marquez berganti ke ban medium setelah mendapatkan saran tersebut."Salah satu dari mereka ( Michellin ) menghampiriku dan berkata, kau satu - satunya yang menggunakan hard. Berhati - hatilah karena kau bisa terjatuh. Akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan medium." ujar Marquez.
Pergantian ban ke medium ternyata berdampak buruk untuk Marquez. Baru berjalan lima lap, ban Michellin yang terpasang pada motor Marquez sudah mulai mengelupas karena tak kuat meladeni gaya hard breaking Marquez. Di lima lap awal Marquez bisa menyodok ke posisi dua. Namun setelahnya, posisinya terus menurun seiring ban yang semakin hancur. Alih - alih memperebutkan kemenangan, Marquez hanya bisa mempertahankan posisinya di empat besar dan sebisa mungkin menahan laju rekan setimnya Dani Pedorsa di belakangnya.
Setelah diselidiki, bukan hanya Marquez yang mengalami problem tersebut. Cal Crutclow dan Dani Pedrosa juga mengeluhkan hal yang sama pasca race. Tertinggalnya mereka dari Yamaha dan Ducati plus mendapatkan persaingan ketat dari Aprillia di Qatar lalu jelas menjadi tamparan keras bagi Honda. Masalah ini sebenarnya adalah masalah yang sama seperti yang mereka alami pada 2015 lalu. Dan problem tersebut niscaya akan memperhambat sepak terjang Honda di musim ini jika tak segera dibenahi. Masalah akselerasi yang mereka hadapi harus segera mereka atasi jika tak ingin semakin tertinggal dari Ducati dan Yamaha. Apalagi, Aprillia juga telah menunjukkan potensi mereka di Qatar pekan lalu.
Masih ada banyak race yang berarti masih ada banyak ruang bagi Honda untuk melakukan perbaikan. Jika tak membenahi problem mereka, buka tak mungkin di masa depan nanti kita akan melihat Marquez dengan livery Yamaha ataupun Pedrosa dengan livery Ducati.


0 komentar:
Post a Comment