All Article You Need About Football , MotoGP And Formula One.

Liverpool : Tangguh Melawan Tim Besar, Melempem Melawan Tim Medioker


Liverpool kembali membuktikan betapa tangguhnya mereka melawan tim - tim penghuni enam besar. Teranyar, kemenangan 3-1 atas Arsenal membuat mereka belum pernah kalah melawan tim peringkat enam besar. Gol - gol dari Roberto Firmino dan Sadio Mane membawa The Reds unggul 2-0 saat half time. Arsenal sempat membangun asa setelah Welbeck mencetak gol di awal babak kedua. Namun, gol dari Giorgino Wijnaldum di akhir laga memupuskan harapan pasukan Wenger. Kemenangan atas Arsenal membawa Liverpool untuk sementara naik ke posisi tiga dengan 52 poin dari 27 laga, selisih satu poin dari peringkat dua, Tottenham Hotspurs yang belum memainkan matchday ke 27 nya. Ada juga Manchester City yang menghuni posisi empat dan juga masih menyimpan dua laga di tangan.

Sejauh ini Liverpool mencatatkan hasil yang apik ketika berhadapan dengan tim penghuni enam besar dengan catatan lima kemenangan dan empat hasil imbang tanpa pernah sekalipun kalah. Dua kali imbang melawan Manchester United, satu kemenangan dan satu imbang melawan Chelsea, satu kemenangan dan satu imbang melawan Tottenham Hotspurs, dua kali menghantam Arsenal dan satu kemenangan atas Mancehseter City menjadi catatan mereka sejauh ini. Tinggal satu Big Match mereka melawan tim - tim enam besar, yakni bertandang ke Etihad Stadium markas Manchester City 19 Maret mendatang. Catatan tersebut menjadi anomali tersendiri untuk The Reds. Begitu tangguh melawan tim besar, mereka justru seringkali terpeleset ketika menghadapi tim - tim medioker. Semua kekalahan yang mereka derita terjadi saat mereka berhadapan dengan tim yang relatif tak diunggulkan. Takluk 2-3 dari Swansea di Anfield, 1-2 atas Hull City, 2-0 lawan Burnley, dan teranyar mereka takluk dari sang juara bertahan yang sedang pesakitan Leicester City 3-1 di King Power Stadium.

Menilik hasil - hasil tersebut, mereka nampaknya begitu kesulitan ketika harus menghadapi kesebelasan yang menerapkan gaya bermain yang begitu defensif. Lini depan Liverpool seringkali terlihat tumpul. Berbeda jika melawan tim - tim besar yang memainkan sepakbola terbuka, Liverpool dengan gegenpressingnya begitu sulit untuk diredam. Gegenpressing sendiri memang sangat berguna jika melawan tim yang doyan sekali memainkan possesion football. Bola akan secepat mungkin direbut dari lawan segera setelah mereka kehilangan bola untuk diteruskan ke lini depan. Kecepatan menjadi faktor krusial karena segera setelah merebut bola, mereka bisa sesegera mungkin melancarkan serangan ke jantung pertahanan lawan. Hal inilah yang harus diperbaiki oleh manajer The Reds, Juergen Klopp. Jika saja mereka mampu memenangi beberapa partai yang seharusnya mereka menangi, mungkin saat ini mereka bisa bersaing dengan sang pemuncak klasemen, Chelsea. Ada margin 11 poin diantara mereka dan juga Chelsea sendiri belum memainkan partai ke 27 nya. Jika menang nanti atas West Ham, jarak mereka akan kembali melebar menjadi 14 poin. Boleh saja mereka menyesali kegagalan meraih kemanangan di partai - partai tersebut. Namun, tak ada gunanya menyesal karena Premier League hanya menyisakan 11 pekan lagi. Lebih baik mereka fokus meraih kemenangan demi kemenangan untuk memastikan satu tempat di Liga Champions musim depan.


Jika tak ingin mengulang kisah yang sama musim depan, Jurgen Klopp harus memutar otak bagaimana caranya menghadapi kesebelasan dengan gaya defensif. Sempat memuncaki klasemen di bulan Oktober, mereka perlahan merosot seiring dengan kebangkitan Chelsea dengan skema tiga beknya. Setelah menang atas City di akhir tahun, performa mereka merosot drastis di bulan Januari dengan hanya meraih satu kemenangan dari sembilan partai. Tersisih di semifinal EFL Cup dan juga tersisih di ajang FA Cup mewarnai perjalanan mereka di bulan Januari. Praktis, peluang mereka kini hanya tersisa di ajang Premier League dimana mereka butuh keajaiban untuk bisa memenanginya. Tiket Liga Champions menjadi hal realistis yang bisa mereka raih di akhir musim dimana saat ini tiket UCL masih diperebutkan oleh lima tim. Tak boleh lagi ada kata KALAH dalam laju mereka di sisa musim. Jika terpeleset sedikit saja, bukan tak mungkin tiket Liga Champions terlepas dari genggaman mereka.

Semoga artikel tersebut bermanfaat.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Post a Comment